Pemimpin Suku Bersenjata di Filipina Selatan Kabur dari Penjara

Davao City, Filipina (ANTARA/Xinhua-0ANA) - Kepolisian Filipina telah mengintensifkan perburuan terhadap dua tersangka dalam penculikan para guru dan siswa hampir tiga tahun lalu yang melarikan diri dari penjara Filipina selatan, Minggu, kata pihak berwenang, Senin.

Joebert Perez, 33 tahun, dan Babring Tejero, 35 tahun, kabur dari penjara Kabupaten Tandag, di Provinsi Surigao del Sur, Mindanao pada Minggu dini hari, kata juru bicara kantor kepolisian daerah Caraga Martin Gamba.

Perez yang sedang menghadapi tuduhan penculikan dan penahanan ilegal, adalah pemimpin suku bersenjata Manobo yang menculik di bawah todongan senjata sekitar 75 guru dan siswa dari satu sekolah desa di Desa La Purisima, Kota Prosperidad, di Provinsi Agusan del Sur pada 10 Desember 2009.

Tejero juga menghadapi kasus penculikan dan perampokan.

"Penyelidikan awal mengungkapkan tersangka menggergaji jeruji baja di bagian belakang sel penahanan mereka, lalu naik melalui pagar beton dekat daerah kunjungan dan melompat keluar dari fasilitas itu tanpa diketahui," kata Gamba.

Dia menambahkan pelarian mereka hanya ditemukan ketika personil penjara melakukan penghitungan jumlah kepala (narapidana).

Pelarian Perez itu terjadi hanya sebulan setelah saudaranya, Regie Perez 18-tahun alias Regie Ken-Ken melarikan diri dari pusat rehabilitasi wilayah bagi pelanggar muda di ibu kota daerah Butuan.


Perez muda juga ditangkap karena melakukan satu pelanggaran serupa tahun lalu, juga di Prosperidad.

Ken-Ken menyerah kepada pihak berwenang beberapa pekan setelah dia melarikan diri. (rr)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.