Kenaikan BBM

Peminat Kartu Lebaran Turun Drastis

TEMPO.CO , Surabaya -  Sejumlah pedagang kartu ucapan lebaran mengeluhkan sepinya pembeli menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Meski telah memperkirakan peminat kartu ucapan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, namun penurunan pembeli tahun ini dianggap di luar prediksi.

Pipit, penjual kartu lebaran di Kantor Pos Besar Surabaya mengatakan, sejak dua minggu lalu dirinya hanya mampu menjual 50 lembar kartu lebaran. Padahal di tahun sebelumnya, dalam sepekan ia bisa menjual kartu ucapan hingga 200 lembar.

"Tahun lalu sepekan sebelum Lebaran pembelinya masih banyak, sekarang sepi sekali," kata Pipit, Jumat, 10 Agustus 2012.

Pipit menjual dua jenis kartu pos dengan empat macam motif. Ukuran besar dia jual dengan harga Rp 3 ribu, sedangkan ukuran lebih kecil dihargai separonya. Namun bila pembeliannya di atas sepuluh biji, Pipit mendiskon harganya seribu setiap kartu.

Pipit mengakui mengirim ucapan Lebaran melalui kartu tidak sepraktis dan semurah melalui handphone. Sebab untuk mengirimkan kartu ucapan itu ke tujuan, pembeli masih harus menambah biaya ongkos perangko sebesar Rp 2 ribu. "Kita mengeluarkan Rp 5 ribu untuk mengirimkan satu kartu ucapan," kata dia.

Meski demikian, kata Pipit, kartu ucapan Lebaran masih memiliki penggemar fanatik, khususnya orang tua. Mereka merasa terhormat bila mengirim ucapan menggunakan kartu. "Lewat sms atau BBM dianggap kurang menghormati orang yang dikirimi," ujar Pipit.

Pipit tinggal satu-satunya penjual kartu Lebaran di kantor pos tersebut. Pada tahun lalu, menurut dia, minat konsumen masih ramai. Sampai-sampai ada teman Pipit yang menyewa tempat di dalam kantor pos untuk menggelar dagangannya dengan barbagai motif yang menarik.

Lesunya pembeli juga dialami pedagang kartu pos di Jalan Kembang Jepun yang menjualnya secara grosis. Menurut salah seorang penjual, peminat kartu ucapan tahun ini tak semeriah Lebaran-Lebaran sebelumnya.

Staf hubungan masyarakat Kantor Pos Besar Surabaya Iwan S mengakui peminat kartu Lebaran mengalami penurunan. Turunnya peminat kartu ucapan, kata dia, menandakan turut menurunnya budaya tulis masyarakat kepada kolega maupun kerabatnya. "Sekarang kan maunya yang praktis-praktis," kata dia.

KUKUH S WIBOWO

Berita Ramadan lainnya:

Ramadhan, Maklumi Staf Telat

Agar Mudik dan Balik Tetap Sehat dan Nyaman

Pemudik Diminta Waspada Jalur GentongPemudik dengan Bus Rindukan Kereta 

Pemerintah Jawa Timur Siapkan Angkutan Gratis

Ratusan Putaran di Subang Ditutup

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat