Berburu Harta Luthfi

Pemkot Bekasi Buka Rekening Penggalangan Dana Persipasi

Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, melakukan penggalangan dana dari masyarakat untuk gaji pemain Persipasi yang sembilan bulan belum dibayar.

"Pemerintah Kota Bekasi sudah membuka rekening di Bank Jabar untuk keperluan penggalangan dana tunggakan pemain Persipasi senilai total Rp4,5 miliar," ujar Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Daerah I Kota Bekasi, Jumhana Lutfi, di Bekasi, Senin.

Menurut dia, upaya penggalangan dana tersebut dilakukan sebagai imbas pemberlakuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 yang menyebutkan pemain profesional tak boleh menggunakan APBD.

"Anggaran pemerintah sekarang hanya dibatasi sampai tingkat amatir," katanya.

Penerapan aturan tersebut di Kota Bekasi, kata dia, telah mengakibatkan pemain Persipasi bersama keluarganya dan tim ofisial terlantar akibat tidak mendapat gaji selama sembilan bulan.

Nomor rekening Bank Jabar 0010276128100 atas nama Mohamad Odik Sodikin akan diumumkan kepada masyarakat melalui media massa, audiensi bersama masyarakat, dan kegiatan pemerintah lainnya.

Upaya tersebut merupakan gagasan dari Gerakan Penyelamatan Persipasi yang diketuai langsung Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang resmi dimulai hari ini.

"Tadi pagi pak Wali Kota sudah mengumumkan nomor rekening tersebut ke seluruh staf pada saat apel Senin," katanya.

Secara terpisah, Asisten Pelatih Persipasi Ega Raka Galih mengapresiasi gagasan tersebut dan berharap tunggakan dananya segera terkumpul.

"Kami sangat apesiasi sekali gagasan tersebut, sebab tidak mungkin secara pribadi sanggup membayar Rp4,5 miliar," katanya.

Menurut dia, sekitar 40 pemain Persipasi bersama ofisial mendapat bayaran rata-rata Rp300 juta per pertandingan.

"Tunggakan Rp4,5 miliar adalah akumulasi dari bayaran sejak sembilan bulan lalu," ujarnya.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.