Kabut Asap

Pemuda Muslim AS Kampanyekan Hari Raya Idul Fitri

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Muslim muda AS mendekorasi kendaraan mereka dengan tulisan 'Ucapan Selamat Idul Fitri'. Dekorasi ini merupakan bagian dari inisiatif dari Muslim muda untuk mengkampanyekan Islam merupakan bagian integral dari AS.

"Setiap Idul Fitri, umat Islam berkumpul untuk menegaskan kembali keimanan mereka melalui shalat Id," papar Hasan Gilani, pendiri lamam Rad Talks seperti dikutip The Houston Chronicle, Jumat (17/8).

Gilani berharap melalui kampanye ini masyarakat AS akan mencari tahu apa itu Idul Fitri. Selanjutnya, mereka akan mengetahui bahwa Idul Fitri merupakan satu dari dua perayaan utama umat Islam.

"Selama Idul Fitri, kami bersama keluarga dan kerabat saling berkunjung. Ini serupa dengan tradisi perayaan hari besar keagamaan lain di AS," papar dia

Menurut Gilani, ketika masyarakat paham dengan perayaan Idul Fitri maka akan menjadi kekuatan pemersatu berbagai agama di bawah bendera persahabatan dan kerja sama. "Proyek seperti 'Idul Mobile' yang menggunakan humor dan media populer membantu menyampaikan kebenaran tentang Islam dengan positif," kata dia.

Hari Libur Nasional

Sejak tahun 1996, perayaan Idul Fitri sudah diakui pemerintah AS. Namun, pemerintah AS belum memutuskan Hari Raya Idul Fitri sebagai hari libur nasional AS. Komunitas Muslim berharap, di masa depan, Hari Raya Idul Fitri bakal menjadi hari libur nasional AS.

Hasan Asma, Muslim asal Houston mengatakan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha serupa dengan Thanksgiving dan Natal. Karena itu, wajar komunitas Muslim mengharapkan Idul Fitri menjadi hari libur nasional. "Ini menjadi pengakuan simbolik Islam di AS," kata dia.

Gilani mengatakan ada jutaan Muslim di AS. Eksistensi Muslim telah diakui. Hal itu tampak dari munculnya iklan Idul Fitri. "Ini menjadi perkembangan yang luar biasa sekaligus menunjukan kepada semua orang bahwa ada banyak umat Islam di sini dan sebagian dari kita tidak berbahaya," pungkasnya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat