H+5 Terperangkap

Pemudik Sebaiknya Tak Lewati Bypass

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Para pemudik dari Pulau Jawa yang masuk Lampung dan hendak melintasi Jalan Soekarno-Hatta (bypass) di ruas Bandar Lampung perlu ekstra waspada, atau sebaiknya mencari jalur alternatif.

Pasalnya, perbaikan sementara yang belum rampung di ruas jalan sepanjang 18,1 kilometer (km) tersebut, masih menyisakan tebaran kerikil, kabut debu, lubang-lubang serta jalan bergelombang.

Gabungan semua hal itu, selain mengganggu kenyamanan berkendara, juga berpotensi membahayakan keselamatan para pemudik yang melintasinya.

Buruknya kondisi jalan yang membentang mulai dari Lapangan Baruna, Panjang hingga Tugu Radin Intan, Rajabasa itu juga menyebabkan waktu tempuh kendaraan menjadi lebih lama, laju kendaraan, dan arus lalu lintas tersendat.

Saat Tribun Lampung (Tribun Network) menelusuri ruas tersebut pada Jumat (3/8/2012) dan Sabtu (4/8/2012), kondisi perbaikan di ruas jalan negara itu belum menunjukkan perubahan signifikan. Lubang yang sudah ditambal baru terdapat di sekitar depan kantor DPD PDI Perjuangan Lampung (Kedaton), simpang Kali Balok (Sukabumi), dan simpang PJR.

Selebihnya, kondisi berlubang dan bergelombang masih banyak ditemukan di sepanjang jalan yang baru ditimbun kerikil dan abu batu. Kondisi tersebut juga memaksa kendaraan dilajukan lebih lambat, sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama dari seharusnya.

Pada suasana jalan yang relatif lengang pada pukul 05.30 WIB, dengan kecepatan sekitar 60-70 km/jam, waktu tempuh kendaraan pribadi roda empat untuk jarak Kalianda-Tugu Raden Intan, Rajabasa sepanjang 65 km mencapai 70 menit.

Dari waktu tersebut, hampir separuhnya (25-30 menit) dihabiskan hanya untuk melewati jalan rusak yang membentang dari Lapangan Baruna-Tugu Raden Intan (18,1 km). Sedangkan untuk menempuh Kalianda hingga Panjang yang jaraknya lebih jauh yakni sekitar 45 km hanya dibutuhkan waktu sekitar 40-45 menit.

Bagi pemudik yang hendak menghindari kerusakan jalan di By Pass, ada dua jalur alternatif yang bisa digunakan. Alternatif pertama dengan masuk ke jalan dalam kota Bandar Lampung mulai dari Lapangan Baruna, lalu ke Telukbetung Selatan, hingga tembus ke Rajabasa.

Alternatif kedua, menggunakan jalur lintas pantai timur sejak keluar dari Pelabuhan Bakauheni, dengan tujuan Lampung Timur, Metro, Lampung Tengah, dan Tulangbawang. (tim tribunlampung)

Baca Juga:

  • M Nuh Ajak Mahasiswa Baru Bersyukur
  • Rina Batal Daftar FK Unja Karena Info di Internet Berubah 
  • Pedagang Daging Keluhkan Maraknya Daging Karungan 
  • Marak, Politisi 'Loncat Pagar' di Jambi
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat