Pencopet Musuh Utama Wisatawan

Ghiboo.com - Selain harga tiket yang tinggi, pelayanan transportasi yang buruk, sikap tak ramah dari seseorang, ternyata pencopet juga menjadi musuh utama bagi para wisatawan.


Hal ini setidaknya tergambar dari hasil penelitian, Profesor Kriminologi dari Texas State University, Marcus Felson. Ia mengemukakan bahwa saat ini kasus pencopetan terutama yang menargetkan turis dan wisatawan semakin berkembang.


"Setidaknya para pencopet memang mengincar para turis. Hal ini menurut mereka bahwa para turis pasti memilki barang berharga," ungkap Marcus, seperti dikutip dari Newyorktimes, Rabu (10/10).


Marcus menambahkan kasus pencopetan banyak terjadi di kota-kota besar. Walaupun dengan tingkat keamanan yang tinggi para pencopet dapat berkasi di tengah keramaian. "Mereka biasanya berakhir saat sedang ada keramaian, atau festival," ungkapnya.


Menurut statistik dari Metropolitan Police Service London, Inggris, jumlah wisatawan yang dicopet meningkat 20 persen selama musim panas lalu. Departemen Kepolisian dari beberapa kota juga mulai menunjukkan fakta bahwa pencopetan banyak terjadi di kota wisata populer.


Guna mengantisipasi hal tersebut, kini sejumlah kopolisian di berbagai negara, terutama di kota-kota populer seperti London, Paris, New York semakin meningkatkan keamanan, terutama dari copet.


Di London, pihak kepolisian setempat meluncurkan proyek "Spiderweb", yaitu patroli tambahan yang khusus menargetkan pencopet. Di Paris sendiri jumlah polisi ditingkatkan di Museum Louvre, terutama di galeri yang ramai. Polisi Kota Oslo juga menyebarkan selebaran peringatan akan copet di tempat-tempat wisatanya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.