Pencurian Minyak Mentah Rugikan Negara Rp45 Miliar

Palembang (ANTARA) - Pencurian minyak mentah yang sering terjadi melalui pipa distribusi Pertamina di wilayah Kabupaten Musibanyuasin, Sumatera Selatan, akhir-akhir ini, merugikan negara sekitar Rp45 miliar per bulan.

"Akibat kasus pencurian minyak mentah dengan cara melubangi pipa Pertamina di jalur Tempino-Sei Gerong itu, tiap hari kehilangan minyak sekitar 11.000 hingga 12 ribu barel atau total kerugian sekitar Rp1,5 miliar per hari," kata Kepala Perwakilan Badan Pelaksana Migas (BP Migas) Sumbagsel Setia Budi di Palembang, Rabu.

Pada acara pertemuan dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) itu, Setia Budi, menjelaskan bahwa kasus pencurian minyak mentah dengan cara melubangi pipa (ilegal tapping) pada jalur pipa Tempino- Sei Gerong sepanjang 265 kilometer setiap tahun meningkat.

Menurut dia, pada 2010 terjadi 122 pencurian minyak mentah, tahun 2011 sebanyak 410 kasus, dan pada 2012 per Oktober telah terjadi peningkatan signifikan mencapai 717 kasus.

Ia menjelaskan, dari banyak kasus pencurian minyak mentah itu sebagian besar kejadiannya di wilayah Kabupaten Musibanyuasin.

"Pihaknya terus melakukan berbagai upaya, berkoordinasi dengan dinas instansi terkait, termasuk membentuk tim penanggulangan dan pengamanan terpadu dari unsur Polri, TNI, Pertamina dan BP Migas," katanya.

Di samping itu, pihak perusahaan sekarang ini sedang membangun atau mengganti pipa minyak tua dengan yang baru sepanjang 265 km dari Tempino-Sei Gerong, Plaju.

Penggantian pipa minyak Pertamina ini diperkirakan akhir 2012 sudah selesai yang diharapkan tingkat pencurian minyak mentah bisa dicegah, karena dengan pipa baru itu aliran minyak dapat dimonitor termasuk bila ada aksi pencurian akan ketahuan, katanya.

Ia berharap melalui upaya tersebut kasus pencurian minyak mentah dapat diberantas, dan minimal semakin berkurang.


Mengenai produksi minyak mentah, menurut Setia Budi, khusus di wilayah Sumsel tahun 2012 terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, akibat pencurian dan penjarahan.

"Produksi harian Sumsel sebenarnya tergolong tinggi yakni 70 ribu barel, namun sebanyak 11 ribu sampai 12 ribu barel dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Jelas tindakan ini berpengaruh signifikan karena menyebabkan penurunan," kata Setia.

Menanggapi pernyataan pejabat BP Migas Sumbagsel itu, Abdul Aziz didampingi Asmawati, anggota DPD-RI menyatakan prihatin terutama menyangkut kasus kebakaran minyak mentah hasil curian oknum tidak bertanggungjawab di Kecamatan Banyunglincir, Kabupaten Muba pada 3 Oktober lalu yang menimbulkan lima orang korban meninggal dan belasan mengalami luka bakar.

Wakil rakyat itu berharap agar kasus pencurian minyak mentah ini pihak BP Migas melakukan upaya koordinasi dengan unsur terkait, terutama Pemkab Muba dengan membentuk tim pengamanan terpadu.

"Sesuai bidang tugas saya salah satunya masalah migas, maka bila persoalan kasus pencurian minyak mentah ini penanganannya memerlukan dukungan dari DPD-RI, tentu siap kapan saja diperlukan," kata Abdul Aziz menambahkan. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.