Berburu Harta Luthfi

Pendeta Dipenjara Terkait Kasus Pelecehan Anak di Australia

Sidney (AFP/ANTARA) - Pengadilan Australia memenjarakan seorang mantan pendeta Katolik, setidaknya selama lima tahun pada Kamis, untuk kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak perempuan yang berusia sekitar delapan tahun, yang disebut oleh hakim sebagai "pelanggaran utama dari kepercayaan".


Brian Spillane (69), didakwa atas sembilan tuduhan penyerangan yang tidak senonoh berkaitan dengan pelecehan selama tahun 1970 dan 1980-an, ketika ia menjadi seorang pendeta di Sydney dan disebuah pedesaan di negara bagian New South Wales.


Hakim yang memenjarakan Spillane, Hakim Michael Finnane berkata bahwa dia telah menggunakan posisinya untuk mendapatkan kepercayaan dari keluarga gadis-gadis muda itu dan ijin ke rumah mereka.


Dia menyebut pada tiap serangan tersebut merupakan serangan yang "serius, terencana dan tidak berperasaan" serta menggambarkan Spillane sebagai "pelaku kekerasan dan pengecut".


"Dia sangat terpercaya dan orang tua dari masing-masing korban mudah memberinya akses kepada anak perempuan mereka dan karena kepercayaan itu pula yang membut dia ditahan," kata hakim.


"Ini adalah pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pendeta terpercaya dan merupakan pelanggaran kepercayaan yang besar."


Beberapa pelanggaran terjadi ketika Spillane sendirian dengan korban-korbannya berada di kamar tidur mereka untuk doa malam hari. Satu terjadi di dalam mobil setelah ia mengikuti upacara peringatan.


Pengadilan mendengar bahwa Spillane telah menunjukkan penyesalannya.(as/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.