Liputan6.com, New York: Alat deteksi logam atau metal detector di Bandar Udara John F. Kennedy, New York, Amerika Serikat, mendeteksi sejenis logam berbahaya. Keadaan tersebut sontak membuat panik seluruh orang di bandara. Ratusan penumpang dan staf terpaksa dievakuasi dari bandara itu pada Sabtu pagi waktu setempat guna keamanan mereka.
Seperti dilansir laman AP, Ahad (24/6), berdasarkan keterangan pihak Administrasi Keamanan Transportasi Bandara, Terminal VII Bandara Kennedy sempat ditutup selama sekitar dua jam usai peristiwa mengejutkan itu.
Pihak keamanan menduga bahwa terdapat seseorang yang berhasil melalui pos keamanan tanpa pengecekan ketat. Setelah melakukan pengecekan ulang kepada seluruh penumpang di terminal tersebut, ternyata tak ditemukan satu pun benda logam berbahaya itu.
Petugas menduga bahwa metal detector tersebut error atau mengalami kerusakan sehingga salah mendeteksi. Kemudian mereka segera mengumumkan situasi bandara telah kembali aman, dan operasi serta layanan di terminal VII bandara tersebut pun mulai kembali berjalan seperti semula.
Akibat penundaan tersebut, beberapa wisatawan sempat mengambil gambar peristiwa di bandara yang digunakan oleh maskapai penerbangan British Airways, United, dan beberapa maskapai lainnya itu. Foto-foto yang memperlihatkan suasana padat lobi Bandara Kennedy dengan antrean para penumpang yang akan kembali masuk ke bandara, mereka publikasi di situs microblogging Twitter.(TNT/ANS)

