Paris (AFP/ANTARA) - Iklim di barat laut Eropa dan Balkan cocok untuk nyamuk harimau Asia, spesies nyamuk yang dapat menyebarkan penyakit, kata ilmuwan pada Rabu.
Peringatan tersebut datang dari ilmuwan di University of Liverpool, barat laut Inggris, yang mangatakan dua wilayah tersebut mengalami musim dingin yang semakin ringan dan musim panas yang semakin hangat.
Kondisi iklim sedang ini sangat menguntungkan bagi nyamuk tersebut, yang pertama kali ditemukan di Albania pada 1979, dan sekarang terdapat di lebih dari 15 negara di pantai selatan Eropa.
"Selama dua dekade terakhir, kondisi iklim menjadi sangat cocok untuk perkembangbiakan nyamuk tersebut di seluruh barat laut Eropa - Benelux, bagian barat Jerman - dan Balkan," kata mereka.
Pada waktu yang bersamaan, kondisi yang lebih kering di selatan Spanyol membuat wilayah itu tidak cocok untuk serangga tersebut, kata mereka.
Nyamuk harimau Asia (Aedes albopictus), serangga asli dari wilayah tropis dan subtropis di Asei Tenggara, bisa memindahkan virus yang dapat menyebabkan demam Nil Barat, demam kuning, demam berdarah, St Louis dan ensefalitis Jepang dan penyakit lainnya.
Pada 2005-2006, nyamuk tersebut menyebarkan wabah chikungyuna di provinsi Ravenna di Italia. Pada 2010, nyamuk tersebut menjadi salah satu penyebab penyebaran virus demam berdarah di Prancis dan Kroasia.
Pada Desember, nyamuk itu mewabah di lebih dari 15 negara, dari selatan Prancis ke sebagian Yunani dan Turki, menurut European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC).
Dilaporkan dalam Jurnal Royal Society Interface Inggris, tim Liverpool mengamati laporan cuaca di Eropa pada 1950-2009 dan menjalankan penggunaan meluas model komputer untuk menyimulasikan keadaan cuaca pada 2030-2050.
Tren serupa kemungkinan akan terjadi di Eropa dengan peningkatan risiko pada simulasi utara Eropa dan sedikit penurunan risiko di selatan Eropa," kata penelitian itu.
"Distribusi perubahan ini terkait dengan kondisi musim dingin yang lebih basah atau lebih hangat yang menguntungkan A. albopictus di utara, dan musim panas yang lebih kering dan lebih hangat yang akan membatasi invasinya di selatan.
Penelitian itu menunjukkan kalau keadaan cuaca tidak secara otomatis membuat spesies itu menyebar di sana.
Laporan itu juga menekankan penelitian itu tidak memperhitungkan jenis vegetasi atau jenis tanah yang juga menentukan apakah nyamuk itu dapat berkembang biak di sana. selain itu serangan dingin atau panas dan kekeringan juga menekan keberlangsungan hidup nyamuk itu, dan faktor itu tidak dimasukkan dalam penelitian.
Pada pertengahan 1960an, nyamuk harimau Asia hanya terbatas pada beberapa bagian Asia, India, dan seluruh kepulauan Pasifik.
Spesies itu menyebar di Amerika Utara dan selatan, Karibia, Afrika dan Timur Tengah, juga Eropa, terutama melalui brang ekspor yang masuk ke negara-negara tersebut.(nn/ml)


