Kabut Asap

Penembak Reagan Menunggu Pembebasan

Washington (AFP/ANTARA) – Seorang hakim federal AS pada Rabu menolak untuk memutuskan apakah pria yang melepaskan tembakan ke Presiden Ronald Reagan harus dibebaskan, memerintahkan sebuah rumah sakit jiwa untuk mengajukan sebuah rencana baru.


Hakim Distrik AS, Paul Friedman, pada Rabu memberikan waktu kepada pihak rumah sakit hingga 19 Oktober untuk menjelaskan rencananya mengenai John Hinckley, yang ditahan selama 30 tahun.


“Pemerintah menyarankan lebih lanjut bahwa rumah sakit saat ini perlu mengembangkan rencana baru,” ujarnya.


Friedman menjalani serangkaian persidangan yang panjang terkait rencana yang akan berakhir pada Februari.


Hakim meninjau kembali kasus Hinckley untuk memutuskan apakah akan memperpanjang hak pembebasan bersyarat bagi pria yang berusia 57 tahun, yang dideklarasikan mengalami kegilaan saat pemeriksaan pada 1982. Dia tinggal di Rumah Sakit St. Elizabeths, Washington.


Hinckley melukai Reagan pada 1981, menembaknya di bagian dada untuk membuat aktris Jodie Foster terkesan, wanita yang menjadi obsesinya.


Sejak 2009, dia diberikan kebebasan 10 hari berturut-turut setiap bulan untuk mengunjungi ibunya. Pengacaranya meminta hak pembebasan Hinckley diperpanjang dari 17 hari menjadi 24 hari setiap bulan.


Pada akhirnya, dokternya ingin dia dibebaskan selamanya untuk hidup sebagai pasien rawat jalan bersama dengan ibunya.


“Pada poin ini, keputusan ada di tangan pengadilan rumah sakit. Hal tersebut dapat menarik usulannya yang tertunda dan mengajukan rencana yang benar-benar baru,” ujar hakim.


Friedman juga menolak sebuah tuntutan dari pengacara Hinckley karena ketidakmampuan keluarganya untuk melanjutkan pembayaran biaya mereka, mengatakan bahwa hal tersebut tidak adil untuk klien mereka.


Namun para jaksa “yang sangat kenal dengan pengajuan dalam masalah ini, di anaranya beberapa laporan para ahli, dengan dokumen relevan lainnya, dan dengan kesaksian luas,” tulis hakim tersebut. (dh/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.