Penghargaan buat SBY

Penembak Satpam IPB Ditangkap  

TEMPO.CO, Jakarta -Berakhir sudah pelarian Unyil, 27 tahun. Penembak dua petugas Satuan Pengamanan Institut Pertanian Bogor di pelataran masjid Al Hurriyyah pada 25 Mei 2012 lalu itu diringkus polisi setelah sebelumnya dilumpuhkan dengan timah panas.

Menurut polisi, ia berusaha melawan polisi dengan sebilah badik beracun, pada Ahad, 17 Juni 2012 siang. "Alhamdulillah satu lagi tersangka penembakan Satpam IPB atas nama Unyil sudah kami tangkap," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Imron Ermawan melalui pesan singkat, Senin, 18 Juni 2012 dini hari.

Menurut Imron, Unyil ditangkap setelah Tim Reskrim Polres Bogor dibantu Polres Lampung mengintai dan mengejar selama lima hari di sebuah kampung di Melinting, Lampung Timur. Ketika mau dibekuk, eksekutor penembakan Satpam IPB ini melawan petugas dengan sebilah badik.

Polisi menduga badik mengandung racun mematikan. Sebelum diringkus di kawasan hutan, polisi memancing Unyil keluar dari kampungnya, yang dikenal daerah rawan kejahatan di Lampung. "Karena membahayakan anggota, tersangka dilumpuhkan di bagian betisnya," ujar Imron. "Keterangan lengkapnya nanti siang di kantor."

Tim Gabungan Polres Bogor dan Polda Jabar Rabu, 30 Mei 2012 menangkap lebih dulu dua rekan Unyil, Memey, 21 tahun dan Aris, 18 tahun. Kedua kakak beradik ini diringkus di Desa Pasir Beunghar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi.

Ketiga pelaku merupakan tersangka pencurian motor pembunuh dua Satpam IPB, Supriatna alias Bonar, 44 tahun dan Suhardi, 40 tahun. Korban ditembak mati karena memergoki aksi pelaku. Tersangka Memey dan Unyil diduga pelaku utamanya, sedang Aris ditangkap karena membantu menyembunyikan pistol.

Dalam operasi penangkapan, polisi mendapati dua pucuk pistol, 12 kunci leter T, satu sepeda motor curian dan sebilah badik beracun. "Pelaku dikenakan pasal berlapis. Yakni Pasal 338 KUHP, 351 ayat 1 KUHP dan UU Nomor 12," kata Herry Susanto.

ARIHTA U SURBAKTI

Berita Menarik Lain

Faktor Menara Diduga Punya Peran di Tragedi Sukhoi

Pemandu ATC di Insiden Sukhoi Belum Bekerja Lagi 

Pemerintah Berikan Asuransi ke Ahli Waris Korban Sukhoi 

Trimarga Mendata Keluarga Korban Penerima Asuransi

Sukhoi Mendata Korban Kecelakaan di Gunung Salak

Neneng Hendak Boyong Aset Rp 1 Triliun ke Malaysia

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat