Kolombo (AFP/ANTARA) - Sejumlah pengacara Sri Lanka menggelar aksi mogok pada Kamis untuk memprotes tuduhan terhadap hakim tinggi negara itu yang meningkatkan kekhawatiran terkait kemerdekaan yudisial pulau Samdera Hindia yang sebelumnya dilanda perang tersebut.
Aktivitas di pengadilan tersebut berhenti saat sekitar 11.000 pengacara Bar Association tidak hadir dan melakukan protes di ibu kota Kolombo setelah dilarang berdemonstrasi ke parlemen.
Pihak kepolisian dan tentara bersenjata dengan peralatan anti-huru-hara serta senapan otomatis dikerahkan untuk mencegah para demonstran menuju parlemen, tempat sejumlah anggota parlemen akan memulai perdebatan selama dua hari pada Kamis terhadap tuduhan tersebut.
Aliansi Kebebasan Persatuan Rakyat berkuasa yang dipimpin oleh Presiden Mahinda Rajapakse memutuskan untuk melanjutkan perdebatan dan mengambil suara untuk memecat kepala hakim agung meski dua putusan pengadilan menyatakan bahwa proses pendakwaan itu tidak sah.
âKami sedang terlibat dalam protes damai melawan dakwaan Kepala Hakim (Shirani Bandaranayake),â kata seorang pengacara kepada wartawan di luar Mahakamah Agung.
Pemerintah mengatakan akan melakukan pemungutan suara pada Jumat malam untuk mengesahkan sebuah resolusi untuk memecat Bandaranayake (54) yang membuat marah partai berkuasa setelah keputusan terbarunya yang menentang pemerintah.(kn/ik)

