Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan hingga saat ini masih banyak kendala internal dan eksternal yang menghambat pertumbuhan industri di dalam negeri.
"Ada dua hambatan, hambatan internal yang melekat pada industri itu sendiri dan hambatan eksternal seperti kebijakan dan lingkungan usaha baik di dalam dan luar negeri yang bisa menghambat pertumbuhan industri di tanah air," kata Faisal di Jakarta, Selasa.
Faisal mengatakan, faktor pertama adalah kendala di sektor internal seperti struktur industri sangat rapuh, yang digambarkan dengan lemahnya keterkaitan antara industri hulu dan hilir, dan juga antara industri kecil, menengah, dan besar.
"Selain itu, industri dasar dan industri berteknologi tinggi juga belum berkembang," kata Faisal.
Faisal menjelaskan, untuk industri dasar, ketergantungan dengan impor bahan baku masih sangat tinggi karena industri dasar pemasok bahan baku, bahan penolong, bahan setengah jadi dan komponen belum berkembang.
"Sementara untuk industri berteknologi tinggi masih belum berkembang, dan jumlahnya masih sangat sedikit," kata Faisal.
Faisal menambahkan, kapasitas produksi yang masih belum maksimal dan juga ketergantungan pesanan negara di tujuan ekspor juga menjadi faktor penghambat internal untuk pertumbuhan industri di Indoensia.
"Untuk faktor eksternal, ketersediaan dan kualitas infrastruktur baik fisik dan non-fisik masih kurang memadai, dan juga aturan ketenagakerjaan masih kurang mendukung perkembangan industri," ujar Faisal.
Bukan hanya itu, lanjut Faisal, permasalahan ketidakpastian hukum dan juga penyaluran kredit ke sektor industri yang sulit juga menjadi penghambat.
"Yang terakhir adalah kurangnya perlindungan di pasar domestik dan hambatan perdagangan di pasar ekspor," kata Faisal.
Kementerian Perindustrian menyampaikan pertumbuhan industri nonmigas pada 2013 diperkirakan mampu mencapai sedikitnya 6,8 persen, dengan terus membaiknya kinerja sektor industri tersebut dalam tiga tahun terakhir ini dan meningkat pesatnya investasi di sektor tersebut.(tp)


