Jakarta (ANTARA) - Penurunan penjualan properti pada kalangan menengah ke atas diperkirakan akan terjadi pada pemilihan umum (pemilu) 2014, khususnya perumahan maupun apartemen dengan harga di atas Rp2,5 miliar.
"Untuk 2014, diperkirakan terjadi perlambatan penjualan properti dengan harga di atas Rp2,5 miliar akibat pemilu. Namun, untuk pasar properti kalangan menengah dan menengah ke bawah, pasarnya masih bagus," kata pengamat properti Panangian Simanungkalit di Jakarta, Rabu.
Jika pemerintah bisa menahan BI Rate di kisaran 7,25 persen, maka suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi rendah dan pasar properti di Indonesia terus bertumbuh.
"BI rate sangat berpengaruh pada kepemilikan KPR, jika tidak ada kenaikan, maka pasar properti khususnya kelas menengah di Indonesia semakin cemerlang," katanya.
Sedangkan Ketua umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Setyo Maharso, mengatakan pemilu tidak akan mempengaruhi pertumbuhan industri properti.
"Kondisi pasar real estate pada tahun depan masih sangat bagus. Selain itu, pada 2014 dengan adanya pemilu tidak akan mempengaruhi pasar properti," katanya.
Beberapa properti mewah di Jakarta sudah mengindikasikan adanya kelebihan harga jual (over value).
Beberapa lokasi yang dianggap sudah over value yakni Pluit, Kelapa Gading, Pantai Indah Kapuk, Serpong, dan Pantai Mutiara. (ar)


