Berburu Harta Luthfi

Pengikut Islam Kejawen Aboge Memulai Puasa Sabtu  

TEMPO.CO, Purwokerto - Seperti halnya Muhammadiyah, penganut Alif Rebo Wage atau yang biasa disebut Aboge sudah menetapkan tanggal hari pertama melakukan puasa. Penganut Islam Kejawen ini, sesuai dengan hitungan yang mereka percayai ratusan tahun itu, akan memulai puasa pada Sabtu Manis penanggalan Jawa atau pada 21 Juli 2012 ini.

»Menghitungnya mulai dari kapan Lebaran, terus ditarik 30 hari ke belakang. Itulah bulan puasa,” kata Sumitro, juru bicara trah Bonokeling, Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jumat, 20 Juli 2012.

Pekan lalu, kata dia, sekitar 2.000 pengikut Bonokeling sudah melakukan upacara unggah-unggahan atau nyadran untuk menyambut datangnya bulan puasa. Upacara tersebut diikuti seluruh anggota trah dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Mereka datang ke Pekuncen dengan cara jalan kaki.

Ia menyebutkan, sejak zaman dulu pengikut Aboge sudah menggunakan penanggalan Jawa. Biasanya, kata dia, Aboge akan berpuasa setelah puasa yang dijalani oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. »Selalu beriringan seperti itu, jadi tak perlu diributkan lagi,” katanya.

Pengikut Aboge, kata dia, menghormati warga masyarakat lain yang memulai puasa pada Kamis atau Jumat besok. Ia berharap, polemik kapan awal puasa segera diakhiri.

Susanto, pengikut Aboge di Desa Cibangkong Kecamatan Pekuncen Banyumas juga menyebutkan hal yang sama. »Sesuai dengan penanggalan Jawa, kami akan puasa mulai tanggal 21 Juli 2012,” katanya.

Santibi, 67 tahun, sesepuh Aboge, mengatakan berdasarkan penanggalan Jawa, tahun ini merupakan tahun wawu. »Kalau satu Hijriah atau tahun baru Jawa jatuh pada pasaran Senin Kliwon, maka Lebaran akan jatuh pada Senin Manis tanggal 20 Agustus 2012,” katanya.

Ia mengatakan, dalam penanggalan Jawa terdapat delapan kurun waktu atau satu windu. Satu windu terdiri atas tahun Alif, Ha, Jim, Awal, Za, Dal, Ba/Be, Wawu, dan Jim akhir serta dalam satu tahun terdiri 12 bulan dan satu bulan terdiri atas 29-30 hari dengan hari pasaran berdasarkan perhitungan Jawa, yakni Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing.

Perhitungan Aboge mulai dipakai abad ke-14 oleh para wali. Penanggalan tersebut kemudian disebarluaskan oleh ulama Raden Rasid Sayid Kuning yang berasal dari Kerajaan Pajang.

ARIS ANDRIANTO

Berita terpopuler lainnya:

Angelina Sondakh Menikah di Rutan KPK?

Anak Surabaya Ini Dikontrak Klub Liga Spanyol

Kenapa Pemerintah Putuskan 1 Ramadan Sabtu?

Ini Model Prancis Yang Temani Balotelli

Robot ''Teman Tidur'' Mulai Dipasarkan di Cina 

Di-bully @triomacan2000, Dahlan Pamitan

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat