Berburu Harta Luthfi

Pengobatan Alternatif Yusuf Tak Pernah Ada Pasien

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Tak hanya berkedok sebagai Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara untuk menutupi jaringan terorisnya, Yusuf Rizaldi, korban luka parah yang saat ini dirawat di RS Polri juga berpura-pura membuka pengobatan alternatif, mulai dari bekam, ruqyah, gurah, hingga herbal.

Hal ini terbukti dari adanya spanduk bertuliskan Yatim Piatu Pondok Bidara yang terpasang di rumah tempat terjadinya ledakan di Jalan Nusantara Raya, Beji, Depok, teramsuk papan pengobatan alternatif yang dipasang di tepi jalan.

Heri Suryana (42), anggota Satgas FBR Beji yang sehari-hari berada di pos FBR di dekat lokasi, mengaku, sepengetahuannya tidak pernah ada pasien yang berobat di pengobatan alternatif tersebut yang baru dibuka sekitar dua bulan lalu itu.

"Sehari-hari saya di sini, nggak ada pasiennya. Nggak ada yang berobat dan nggak ada juga yang tanya pengobatan itu. Itu sih hanya kedok aja sepertinya," terang Heri.

Lebih lanjut, terkait spanduk yayasan Yatim Piatu, Heri mengatakan, dirinya juga tidak pernah melihat anak-anak di sana.

"Ya, mungkin yayasan itu juga cuma terima sumbangan aja. Tapi saya juga nggak tahu. Nggak ada tamu dan anak-anak juga (di lokasi itu)," singkat Heri.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun di lapangan, yayasan tersebut memang tidak terdaftar di lembaga pemerintahan yang menaunginya. Yayasan tersebut pun belum terdaftar di lembaga pemerintahan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan bahwa nama yayasan tersebut hanya kamuflase, dan hal ini pernah dilakukan jaringan teroris yang sebelumnya pernah terungkap.

"Ini terjadi kamuflase dari perniagaan di mana-mana. Kan mereka berjualan baju dari kelompok ini, jualan bahan-bahan kelontong atau lainnya itu hanya jadi kamuflase untuk berniaga seperti itu," ungkap Boy di lokasi kejadian.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat