TEMPO.CO, Palu - Sejumlah orang tua siswa di Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengeluhkan ketatnya penjagaan aparat kepolisian pada pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA dan sederajat yang berlangsung hari ini, Senin, 16 April 2012.
»Suasananya seperti mau perang, satu sekolah dijaga ketat aparat keamanan, paling sedikit 4 polisi dengan senjata siap tembak berdiri di depan sekolah,” ujar Rusmin, salah satu orang tua siswa yang anaknya ikut ujian nasional di SMA Negeri 1 Palu.
Ia menilai harusnya ujian nasional itu dilakukan secara santai, jangan diciptakan susasana mau perang, seperti menghadirkan polisi yang berlebihan. »Kan sudah ada tim pengawas dari sekolah lain dan dari panitia, kenapa mesti menghadirkan polisi dalam jumlah banyak,” katanya.
Sementara itu, pelaksanaan ujian nasional di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Palu sempat mengalami kekurangan lembar jawaban pada hari pertama pelaksanaan ujian nasional. Namun panitia sudah bisa mengatasi permasalahan itu dengan menggandakan lembar jawaban. "Jadi itu bukan masalah berarti karena bisa segera diatasi," kata Wakil Kepala SMA Negeri 1 Palu, Mirwan.
Ujian nasional di SMA 1 Palu hari ini dijaga empat polisi. "Keberadaan polisi itu wajar dan seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Mirwan.
Di Palu sendiri, sebanyak 5.463 siswa SMA dan sederajat mengikuti ujian nasional.
DARLIS


