Penjara Kejam di Irak Ternyata Masih Ada

Bagdad (AFP/ANTARA) - Irak masih menahan tahanan di fasilitas penahanan, yang berada di tengah tuduhan penyiksaan, meskipun Baghdad mengatakan sudah menutupnya pada tahun lalu, kata Kelompok Pemerhati Hak Asasi Manusia (Human Rights Watch/HRW) pada Rabu.


Kelompok pemerhati hak asasi manusia yang bermarkas di New York tersebut menyerukan Baghdad untuk memulai investigasi secara independen atas dugaan penyiksaan dan perlakuan buruk, serta isu-isu lain, di Camp Honor dan penjara lainnya.


"Pasukan keamanan Irak yang menahan orang di luar proses hukum, tanpa proses pengadilan atau tuduhan yang diketahui, menyembunyikan mereka di tempat yang diasingkan," kata Joe Stork, wakil direktur HRW di Timur Tengah, dalam pernyataan yang dirilis oleh kelompok hak asasi itu.


"Pemerintah Irak harus segera mengungkapkan nama dan lokasi dari semua tahanan, segera membebaskan tahanan yang tidak didakwa melakukan kejahatan, dan membawa mereka yang terbukti bersalah di hadapan otoritas peradilan yang independen."


HRW mengatakan, 14 pejabat, pengacara, dan para tahanan yang diwawancarai mengatakan beberapa orang ditahan baru-baru ini di Camp Honor, yang penutupannya diumumkan oleh Menteri Kehakiman Hassan al-Shammari pada Maret 2011.


Mereka juga mengatakan penyidik peradilan masih melakukan interogasi di fasilitas itu.


Sebelum pengumuman itu, The Los Angeles Times melaporkan bahwa para tahanan, ditahan dalam kondisi yang kejam di Camp Honor, sebuah fasilitas penahanan di kompleks kementerian pertahanan di area aman Baghdad yang sangat ketat, kadang-kadang sampai dua tahun.


Mantan tahanan di fasilitas itu mengatakan kepada HRW pada tahun lalu bahwa "penyidik memukuli mereka, menggantung mereka terbalik selama berjam-jam pada saat itu, memberikan siksaan dengan kejutan listrik di berbagai bagian tubuh, termasuk alat kelamin mereka, dan membekap mereka berulang kali dengan kantong plastik yang ditutupkan pada kepala mereka sampai mereka pingsan."


Amnesti Internasional yang bermarkas di London juga mengatakan dalam sebuah laporan pada Februari 2011 bahwa Irak mengoperasikan penjara rahasia dan secara rutin menyiksa tahanan untuk memperoleh pengakuan yang digunakan untuk menghukum mereka. (yg/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.