Jakarta (ANTARA) - Penjualan produk-produk berbahan dasar kulit selama berlangsungnya Festival Pekan Raya Jakarta (PRJ) mulai 14 Juni hingga 15 Juli 2012 mengalami peningkatan.
Salah satu stan penjual produk kulit mengaku sudah menjual sebanyak 40 unit jaket kulit sejak hari pertama PRJ berlangsung.
"Sampai dengan hari ini, omzet penjualan kami sudah mencapai Rp30 juta. Dari jumlah tersebut, produk jaket kulit yang paling laris," kata Agus Tiana Suteja (45) pemilik salah satu sentra industri kulit asal Garut di Jakarta, Senin.
Agus menuturkan harga yang ditawarkan untuk produk jaket kulit bervariasi, mulai dari Rp550 ribu hingga Rp1,5 juta, tergantung jenis bahan kulit dan model.
Selain jaket kulit, lanjut Agus, ada pula produk lain yang juga berbahan dasar kulit, antara lain sepatu, sandal, ikat pinggang, dompet, dan aksesoris.
"Untuk jenis produk kulit yang paling murah, yaitu aksesoris, seperti gelang. Harganya mulai dari Rp7.000,00 sampai dengan Rp23 ribu," ujar Agus.
Agus berharap dapat mencapai target penjualan pada perayaan PRJ kali ini, yaitu sekitar Rp150 juta.
Tidak jauh berbeda dengan Agus, ada juga penjual produk berbahan dasar kulit yang juga mengalami nasib serupa.
"Semakin hari, penjualan produk-produk kulit di stan ini semakin meningkat. Sampai hari ini saja, sudah 30 unit jaket kulit yang terjual," kata Tika Kartika (42) penjaga stan produk kulit asal Bandung di Jakarta, Senin.
Menurut Tika, harga yang dibanderol untuk produk jaket kulit bervariasi, mulai dari Rp750 ribu hingga Rp1,1 juta, tergantung ukuran, model, dan warna.
Tika mengungkapkan selain jaket kulit, ada pula produk lainnya, yaitu sandal, dompet, ikat pinggang, tas, dan topi.
"Produk kulit yang berwarna, seperti merah, biru, atau abu-abu akan lebih mahal daripada yang berwarna standar, seperti hitam atau cokelat, karena perlu proses pewarnaan," ungkap Tika.
Dalam festival PRJ tahun ini, Tika mengharapkan semua produk yang ditawarkannya akan laris terjual sehingga target penjualan sebesar Rp100 juta dapat tercapai. (jk)

