VIAR menjadi salah satu merek sepeda motor dalam negeri yang sukses di tahun 2011. Pada semester pertama VIAR mampu melepas sebanyak 51.430 unit, angka tersebut mencatatkan VIAR sebagai pemegang posisi keempat penjualan sepeda motor di Indonesia, mengalahkan pabrikan Jepang Kawasaki yang berada di posisi kelima.
Selama semester pertama 2011, berdasarkan data AISI penjualan motor nasional mencapai angka 4.125.278 unit atau naik sebesar 12,9 % dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan tertinggi masih dikuasai oleh Honda 50,9%, Yamaha 40,14%, Suzuki 6,2%, ke-4 VIAR 1,25%, Kawasaki 1,20%, TVS 0,29% dan terakhir Kanzen 0,01%.
Pertumbuhan VIAR pun berdasarkan catatan AISI cukup besar mencapai 12,5%. Peringkat pertama diduduki Honda 26% disusul Kawasaki 22,9%, TVS 16,5% Suzuki 4,6% dan Yamaha 0,6%.
"Produk-produk kami cukup eksis di pasaran. Kami optimis pasar VIAR akan terus berkembang. Apalagi kita punya banyak varian moped, dan sport. Sedangkan motor niaga kami pasarnya terus naik. Untuk tahun ini secara keseluruhan kami targetkan terjual 120 ribu unit di seluruh Indonesia," ujar A.Z Dalie, GM Marketing PT Triangle Motorindo kepada KapanLagi.comĀ®, Kamis (28/7), di sela-sela acara penyerahan Indonesia Book of Record (IBOR) kepada VIAR sebagai salah satu merek motor non Jepang yang pertumbuhan penjualannya cukup pesat di Planet Holywood Jakarta.
Pencapaian tertinggi terjadi di bulan Januari 2011 sebesar 108,2% atau 8.116 dan terendah di bulan Juni 2011 sebesar 85,6% atau 9.420.
"Hal ini terjadi karena saat bulan Juni 2011 adalah masa liburan siswa sekolah dan tahun ajaran baru. Ini sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat yang sesuai dengan segmen VIAR," ungkap Dalie.
Sementara berdasarkan pencapaian penjualan regional atau wilayah penjualan VIAR Motor Indonesia didominasi di Sumatera dengan kontribusi 43% atau 22.428 unit.
Kemudian disusul Pulau Jawa 26,2% atau 13.461, Sulawesi 16,8% atau 8.632 unit dan terendah adalah dari Kepulauan sebesar 5% atau 2.567 unit. Sedangkan berdasarkan pertumbuhan (%-Growth) penjualan tertinggi secara Regional adalah Kalimantan sebesar 167,4%.
Untuk kategori penjualan, bebek VIAR masih mendominasi, dengan penjualan sebanyak 25.300 unit (49%), lalu matik 12.541 unit (24%), Roda Tiga (R3) Niaga 10.559 unit (21%) dan Sport 3.030 (6%). Saat ini VIAR mempunyai varian kapasitas mesin untuk kelas 100cc, 125cc, 150cc dan 200cc. Khusus penjualan roda tiga, pangsa pasar terbesar masih pulau Jawa sebanyak 50% dan Sumatera 30%, sisanya dibagi di daerah lain.
"Kami akan meluncurkan matik, yang diproduksi disesuaikan dengan kondisi di Indonesia nanti," beber Dalie.
Sebagai respon terhadap pertumbuhan pasar VIAR di Indonesia, TM akan menambah investasi baru untuk mengembangkan pabriknya di Semarang Jawa Tengah. "Pabrik kami di Semarang, adalah pabrik yang otomotif yang terbesar di Jawa Tengah," ucap Dalie, bangga. (kpl/nzr/bun)


Belum ada komentar