Kenaikan BBM

Penulis China Liao Yiwu Raih Penghargaan Jerman

Berlin (AFP/ANTARA) – Penulis pemberontak China Liao Yiwu, Kamis ini memenangkan German Book Trade Peace Prize, memperoleh pujian untuk kisahnya yang disebut juri "orang buangan China modern."


Penulis itu, juga dikenal sebagai Lao Wei, telah berada di Jerman sejak 2010 setelah berhasil menentang larangan perjalanan dengan cara berjalan kaki pertama ke Vietnam.


Ia menghabiskan empat tahun penjara setelah menulis puisi "Massacre" tentang tindakan kekerasan pada 1989 di Lapangan Tiananmen.


Liao juga penulis "The Corpse Walker," yang merekam kehidupan kelas pekerja China, termasuk perampok kuburan dan seorang petani yang percaya bahwa ia seorang kaisar. Karya-karyanya dilarang di Cina.


Dalam penalarannya, yayasan Book Trade memuji seorang penulis yang "berani dan tegas memprotes penindasan politik dan menyuarakan orang-orang yang kehilangan haknya di negaranya."


"Penulis, yang dirinya sendiri berpengalaman dalam penjara, penyiksaan dan penindasan, merupakan penulis sejarah dari orang buangan di China modern," tambah yayasan dalam sebuah pernyataan.


Penghargaan tersebut, merupakan penghargaan buku tertinggi kedua di Jerman setelah Georg Buechner Prize, bernilai 25.000 euro (sekitar Rp 300,54 juta).


German Book Trade Peace Prize telah diberikan setiap tahun sejak 1950.


Pemenang sebelumnya yakni: penulis Turki, Orhan Pamuk, penulis Hungaria, Peter Esterhazy serta penulis Ceko dan mantan Presiden, Vaclav Havel.


Penghargaan tahun lalu dimenangkan penulis internasional Aljazair, Boualem Sansal.


Liao akan diberikan penghargaan secara resmi di Frankfurt Book Fair, merupakan acara terbesar di dunia, pada 14 Oktober. (ia/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.