Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penumpang kereta api di Pulau Jawa dan Sumatera mencapai 17,8 juta orang pada Mei 2012, naik 6,12 persen dibanding April 2012 sebanyak 16,75 juta orang.
"Dari jumlah penumpang kereta api periode Mei 2012, sebagian besar adalah penumpang di Jabodetabek yang merupakan penumpang pelaju (commuter) yaitu 11,9 juta orang, atau 66,81 persen dari total penumpang kereta api nasional. Selebihnya penumpang non-Jabodetabek sebanyak 5,53 juta orang," kata Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Senin.
Menurut Suryamin, sementara penumpang kereta api di Sumatera pada Mei 2012 tercatat hanya sebanyak 300.000 orang.
Ia menjelaskan, kenaikan tertinggi jumlah penumpang kereta api di wilayah Jawa terjadi di wilayah non-Jabodetabek yange mencapai 8,31 persen, sedangkan wilayah Jabodetabek naik 5,33 persen, adapun di wilayah Sumatera penumpang kereta api turun 0,13 persen.
Secara kumulatif, Januari-Mei 2012 jumlah penumpang kereta api Jawa dan Sumatera mencapai 83,38 juta orang, 0,8 persen dibanding periode sama 2011 sebanyak 82,72 juta orang.
Pada saat yang sama, kenaikan jumlah penumpang hanya terjadi di wilayah Jabodetabek yang mencapai 54,05 juta orang, atau 4,02 persen dari sebelumnya 51,06 juta orang, sedangkan di wilayah Jawa non-Jabodetabek turun 7,39 persen dari sebelumnya 29,54 juta orang menjadi 27,36 juta orang, dan wilayah Sumatera turun 6,97 juta dari 2,12 juta orang menjadi 1,98 juta orang.
Sementara itu BPS juga mencatat, bahwa jumlah barang yang diangkut kereta api pada selama Mei 2012 mencapai 1,95 juta ton, naik 3,65 persen dibanding periode April 2012 sebanyak 1,89 juta ton.
Pada Mei 2012 jumlah barang yang diangkut kereta api terbesar terjadi di Sumatera yang mencapai 1.453 juta ton, atau mencapai 74,2 persen dari total angkutan kereta api nasional, selebihnya adalah angkutan barang wilayah non-Jabodetabek yang mencapai 505.000 ton.
Secara kumulatif (Januari-Mei 2012) jumlah barang yang diangkut melalui moda transportasi kereta api mencapai 9,37 juta ton, naik 17,23 persen dibanding periode Januari-Mei 2011 sebanyak 7,99 juta ton. (tp)


