H+5 Terperangkap

Penyakit Blas Ancam Pertanian Jabar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Di musim kemarau, tanaman kerap diserang hama berupa organisme pengganggu tanaman (OPT) yang dinamai Blas. Untuk itu, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Jawa Barat meminta petani penyakit akibat serangan Blas ini. Menurut Kepala Seksi Informasi BPTPH Jawa Barat, Estu Kurniawan, penyakit Blas muncul akibat tingginya kelembaban udara.

"Penyakit Blas harus diwaspadai. Karena terik matahari yang panas membuat penguapan menjadi tinggi, sehingga kelembaban di bagian dalam sawah juga menjadi tinggi. Akibatnya, menimbulkan penyakit tersebut," ujar Estu, Jumat (31/8).

Dia menjelaskan, hama Blas sebenarnya menduduki peringat keempat dari sembilan OPT yang kerap menyerang areal pesawahan. Namun, penyakit ini termasuk agresif menyerang.

Dalam catatan BPTPH Jabar pada musim tanam 2009-2010, penyakit ini sukses menyerang 1.718 hektar lahan pesawahan. Jumlah tersebut  meningkat pada 2011 dengan luas areal yang diserang Blas sebanyak 2.208 hektar. ‘’Pada musim tanam 2012 hingga 15 Agustus, luas tanam yang terkena penyakit ini mencapai 3.649 hektar,” katanya.

Sementara pada musim tanam kali ini, sambung Estu, total serangan OPT mencapai 41.862 hektar lahan sawah. Dari jumlah tersebut, hama penggerek batang masih menjadi yang tertinggi, yakni menyerang lahan seluas 15.802 hektare. Berikutnya, disusul serangan tikus yang merusak 8.908 hektare lahan pertanian.

Angka tahun ini, kata dia, sebenarnya lebih rendah dibanding 2011 dan 2010. Pada 2010, penyerangan OPT mencapai 85.098 hektare, sedangkan 2011 mencapai 71.672 hektare.

Khusus penyakit Blas, ini adalah jenis yang sulit untuk diatasi. Oleh karena itu, petani harus pintar-pintar menjaga kelembaban areal atau memakai fungisida. “Petani juga perlu mempergunakan varietas unggul padi Gogo yang tahan terhadap kekeringan, seperti Inpago 4 dan 5,” imbuhnya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat