Penyelundupan di KM Kelud Rugikan Negara Rp 100 Miliar

  • Harga BBM Naik, Transaksi Berjalan Membaik  

    Harga BBM Naik, Transaksi Berjalan Membaik  

    Tempo
    Harga BBM Naik, Transaksi Berjalan Membaik  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri yakin neraca transaksi berjalan pada kuartal kedua akan membaik jika kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dilakukan pada pekan ini. "Saya optimistis setelah ini (kenaikan harga BBM) neraca transaksi berjalan akan membaik," kata Chatib di Kantor Wakil Presiden, Selasa, 18 Juni 2013. …

  • BBM Jadi Naik, IHSG Melesat

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Berakhirnya polemik Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 menjadi berkah bagi pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menguat setelah investor mendapat kepastian mengenai kenaikan harga bahan bakar dan proyeksi inflasi.Pada pembukaan perdagangan Selasa 18 Juni 2013, IHSG dibuka menguat 0,95 persen ke level 4.821,916. Pada pukul 09.27, IHSG terus menanjak hingga 4.845 dan kemungkinan akan terus menguat. …

  • Pengamat: Harga Solar dan Premium Mesti Sama

    Pengamat: Harga Solar dan Premium Mesti Sama

    Antara
    Pengamat: Harga Solar dan Premium Mesti Sama

    Jakarta (ANTARA) - Pengamat energi, Pri Agung Rakhmanto meminta pemerintah menaikkan harga solar sama dengan premium bersubsidi menjadi sebesar Rp6.500 per liter. "Jangan dibedakan, sama rata saja baik solar maupun premium yakni Rp6.500 per liter," katanya di Jakarta, Selasa. Menurut Direktur ReforMiner Institute itu, rencana kenaikan harga solar yang lebih rendah dibandingkan premium merupakan kebijakan yang salah. "Harga solar yang lebih murah tetap memicu penyelewengan baik ke industri …

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dirjen Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok atas asistensi Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat DJBC melakukan penindakan terhadap kapal PT Pelni yaitu KM Kelud Voy.40 asal Batam yang menuju ke Tanjung Priok pada 02 November 2012 lalu.

Dirjen Bea Cukai Republik Indonesia, Agung Koeswandono, memperkirakan kerugian akibat potensi kehilangan pajak ini mencapai Rp 100 miliar dengan nilai total barang yang diselundupkan mencapai Rp 500 miliar.

"Kerugian ini termasuk dalam barang tidak diberitahukan sebanyak 3.140 pkgs, yang di antaranya terdapat pembatasan beberapa barang yang terkena larangan di negara Indonesia," kata Agung di kantornya, Jakarta (29/11/2012).

Beberapa di antaranya yang memiliki larangan dan pembatasan seperti barang kimia, alat-alat kesehatan dan alat-alat laboratorium, alat-alat telekomunikasi dan alat-alat elektronik, kendaraan bermotor dan suku cadang, produk garmen, kosmetika, rokok impor, dan peralatan olahraga.

Pantauan Tribun, sejumlah barang yang disita Dirjen Bea Cukai Republik Indonesia adalah motor Harley Davidson, Samsung Galaxy Tab, gitar listrik, mesin Ferari, laptop, sejumlah minuman beralkohol merek Vodka, Contreo, rokok impor seperti Dunhill, DJ Mix serta sejumlah obat yang digunakan di pusat kebugaran.

Seperti diketahui, kapal penumpang yang berjalur Jakarta-Medan ini membawa beberapa barang yang tidak dilengkapi dengan dokumen pabean namun dipaksakan untuk dimuat ke atas KM Kelud.

Hal ini yang membuat KPUBC Batam menerbitkan nota informasi yang ditujukan kepada KPUBC Tanjung Priok untuk kemudian diikuti dengan aksi operasi Direktorat Penindakan dan Penyelidikan KP DJBC.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat