Kabut Asap

Perbedaan Jokowi dan Foke di mata cleaning service Balai Kota

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak suka ribet terhadap urusan perlengkapan rumah tangga di Kantor Balai Kota. Sikap Jokowi ini berbeda dengan mantan Gubernur Fauzi Bowo (Foke).

"Kalau Pak Jokowi itu orangnya enggak begitu urusin sipil, sipil itu persoalan perabot kantor seperti keset, lampu (sambil nunjuk lampu di atasnya) dan lain-lain. Kalau Pak Fauzi dulu suka urusin," kata salah satu pegawai cleaning service Balai Kota Andi, di Balai Kota Jakarta.

Berbeda saat Foke menjadi gubernur. Kerap kali hal kecil Foke mengurusi persoalan perlengkapan rumah tangga Balai Kota. Meski demikian, Andi menilai setiap pemimpin memiliki seni masing-masing.

"Ya kalau Pak Foke pasti sudah bilang ini itu, pokoknya detail banget sih," kata dia.

Pantauan merdeka.com, keset depan Gedung Balai akan diganti dengan yang baru. Sekitar sore pukul 17.00 WIB petugas tersebut sedang mengukur panjang keset jumlahnya ada 10 lembar keset dengan ukuran yang berbeda.

Menurut Andi, pergantian ini bukan atas instruksi Jokowi tetapi inisiatif dari Biro Umum Pemprov DKI untuk mengganti keset. Selain itu, pergantian ini rutin dilakukan setiap tahun.

"Kan ini sebenarnya warnanya merah marun, rutin setiap tahun ganti," kata dia.

Pria yang sudah bekerja sejak kepemimpinan Foke ini bekerja di Pemprov DKI mengatakan, tidak pernah melihat Jokowi berlama-lama di kantor. Tentu saja, hal ini yang membuat Jokowi tidak ikut campur mengurusi persoalan penampilan Balai Kota.

"Ya kan kalau dia lebih banyak di luar, mana ada urusin hal-hal beginian," ujarnya.

Sumber:
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat