Penghargaan buat SBY

Perekonomian Indonesia Masih Tumbuh Kuat di Tengah Krisis

Jakarta (ANTARA) - Perekonomian Indonesia setelah lolos dari dampak krisis ekonomi global 2008, diyakini juga akan tetap tumbuh kuat pada tahun ini menghadapi krisis ekonomi di Eropa yang mulai menyebar ke seluruh dunia.

"Indonesia adalah contoh yang baik sekali dari negara yang tetap meningkat pertumbuhannya selama krisis 2008 dan hingga kini masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat di masa-masa turbulensi yang terjadi pada perekonomian dunia saat ini," kata Direktur Eksekutif Pusat Perdagangan Internasional (ITC) Patricia Francis dalam acara penandatanganan MoU antara Kementerian Perdagangan dan ITC di Jakarta, Rabu.

Menurut Patricia Francis, sejak tahun 2008, krisis finansial terus terjadi di berbagai belahan dunia dan pada saat ini terjadi permasalahan terus-menerus khususnya di kawasan zona Euro.

Untuk itu, ujar dia, ITC juga berupaya memunculkan sebuah solusi yang dapat memastikan bahwa dampak krisis finansial global tersebut terhadap beragam negara dapat diatasi.

Karenanya, ITC juga telah menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah pada penyelenggaraan Forum Pembangunan Ekspor Dunia ("World Export Development Forum"/WEDF) 2012 yang rencananya akan digelar di Jakarta, 15-17 Oktober.

Dengan diselenggarakan acara itu, maka diharapkan terdapat pelajaran yang dapat disampaikan Indonesia terhadap negara-negara lainnya dan begitu pula sebaliknya.

"Kami ingin melihat WEDF tidak hanya menjadi ajang berbicara tetapi menghasilkan tindakan nyata," katanya.

Sementara itu, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan, WEDF 2012 rencananya akan diikuti oleh sekitar 200-250 peserta dari luar negeri yang terdiri atas 50-60 negara, dan sekitar 150-200 peserta perwakilan dari Indonesia.

Gusmardi mengemukakan, bagi pihak Indonesia, WEDF akan memfokuskan diri pada kerja sama Selatan-Selatan khususnya pada upaya untuk mendiversifikasi pasar dan meningkatkan pertumbuhan apalagi kerja sama antara negara-negara di kawasan Selatan kini lebih terkemuka pada isu ekonomi dibanding politiknya.

"Nilai perdagangan Selatan-Selatan pada 2011 mencapai 7 triliun dolar AS atau 20 persen lebih dari total perdagangan dunia yang mencapai 32 triliun dolar AS," katanya.

Sedangkan WEDF 2012 yang mengusung tema "Linking Growth Markets, New Dynamic in Global Trade" itu merupakan kegiatan konferensi internasional tahunan dengan agenda utama membahas hubungan perdagangan global.

Berdasarkan tren perdagangan global saat ini, WEDF 2012 akan membahas cara memanfaatkan potensi integrasi perdagangan tanpa mengesampingkan situasi perekonomian dan perdagangan global, serta membangun "supply chains" (rantai suplai) baru yang lebih positif termasuk penciptaan jejaring usaha di tingkat regional.

Setelah acara WEDF 2012 diikuti oleh penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2012 yang akan diselenggarakan di Jakarta, 17-21 Oktober.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.