AS Peringatkan Warganya akan Risiko Serangan di Lebanon

Beirut (AFP/ANTARA) - Amerika Serikat Jumat memperingatkan bahwa warganya menghadapi ancaman yang meningkat bagi keamanan mereka di Lebanon termasuk kemungkinan penculikan atau serangan-serangan teroris.

"Kedubes SS telah menerima laporan-laporan tentang kemungkinan yang meningkat serangan terhadap warga AS di Lebanon," kata kedubes itu dalam satu pernyataan.

"Kemungkinan ancaman itu termasuk penculikan,aksi kekerasan, peningkatan sengketa-sengketa keluarga atau permukiman, serta warga AS jadi sasaran serangan-serangan teroris di Lebanon."


Kedubes itu juga mengumumkan penangguhan program Fulbright and English Language Fellow Deplu di Lebanon, menghentikan proyek riset singkat dan bantuan pengajaran bagi para mahasiswa Universitas AS dan para pengajar di Lebanon.

"Personil kedubes tetap berada dalam larangan ketat bepergian, dan semua warga didesak meninggkatkan tindaka keamanan tambahan," katanya.

Lebanon dilanda kekhawatiran keamanan yang meningkat setelah serangkaian penculikan pekan ini untuk membalas insiden-insiden di Suriah, mengigatkan kejadian yang pernah dihadapi negara itu dalam perang saudara tahun 1975-1980 yang masih membekas.

Beberapa negara Teluk yang kaya minyak telah memerintahkan warga mereka meninggalkan segera Lebanon sehubungan dengan ancaman-ancaman itu, terutama terhadap Arab Saudi dan Qatar yang pemerintah-pemerintah mereka adalah musuh-musuh keras pemerintah Damaskus.

Turki juga menganjurkan para warganya Jumat menghindari kunjungan yang tidak perlu ke Lebanon setelah penculikan-penculikan yang termasuk dua warga Turki.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.