Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Pernyataan Marzuki Alie, Serangan ke KPK Jilid II

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada skenario besar (grand scenario) untuk melemahkan KPK dibalik keluarnya pernyataan Ketua DPR, Marzuki Alie yang meminta agar KPK dibubarkan. Upaya itu dilakukan pascagagalnya serangan jilid I kriminalisasi Bibit-Chandra.

    “Saya kira boleh jadi pernyataan Marzuki ini adalah grand scenario untuk menghabisi KPK, atau serangan terhadap KPK jilid II. Kalau serangan jilid I kan gagal terhadap Bibit-Chandra karena saat itu KPK dapat dukungan publik. Bisa jadi ini serangan KPK jilid II,” ujar Anggota Komisi III DPR Syarifuddin Sudding saat dihubungi wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/8/2011).

    Menurut Sudding, grand scenario serangan terhadap KPK adalah yang diinginkan jaringan para koruptor dengan tujuan agar KPK tak bisa menjalankan fungsinya secara maksimal. Karena itulah Sudding meminta agar publik dan anggota DPR sebaiknya menelaah lebih jauh tujuan di balik pernyataan Marzuki Alie tersebut.

    “Makanya kita harus melawan,” tegasnya.

    Sudding juga mengkritisi pernyataan anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin yang menganggap kritikan terhadap Marzuki adalah suatu hal yang konyol. Politisi Partai Hanura ini mengatakan bahwa adalah benar Konstitusi UUD 1945 mendukung adanya kebebasan menyatakan pendapat.

    Tetapi menurut dia, posisi Marzuki Alie saat menyampaikan pernyataan tidak dilihat sebagai seorang pribadi warga negara biasa.

    “Kalau pernyataan dia sebagai rakyat biasa, takkan ada yang menganggapnya. Tapi karena dia seorang Ketua DPR maka itu bisa menimbulkan kontroversi. Semangat pemberantasan korupsi lagi giat-giatnya, tapi kenapa tiba-tiba dia sebagai juru bicara DPR hendak mewacanakan membubarkan KPK dan mengampuni koruptor? Yang diwacanakan Pak Marzuki dan prinsip antikorupsi jadi tak sejalan," pungkasnya.

    Sebelumnya, Anggota Fraksi Partai Demokrat Didi Irawadi menyatakan partainya akan menganggap konyol orang yang ingin menurunkan Marzuki, meski Marzuki sudah siap turun kapan pun.

    Menurut Didi, Marzuki memiliki hak menyampaikan gagasannya karena kebebasan berpendapat diatur di UUD 1945. Dengan demikian, tak boleh ada langkah dari fraksi-fraksi di DPR untuk mendorong dicopotnya Marzuki Alie dari posisinya sebagai ketua DPR, atau bahkan melaporkannya ke Badan kehormatan DPR.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    16 komentar

    • Nazar  •  9 bulan yang lalu
      Setuju pak Syarifuddin,....ini emang sudah diskenario penyerangan jilid ke 2 ke KPK karena kebetulan demokrat punya masalah besar yang melibatkan kader2nya. pernyataan si didi irawadi itu bahwa konyol kalau ada orang yang ingin melengserkan marzuki.................apa dia nggak anngap konyol tuh pernyataan si marzuki?????? dia kan sebagai ketua DPR....harus hati2 dalam ucapa n maupun tindakan, harus menjadi contoh yang baik bukan yang buruk...............emang semua orang punya hak untuk berwacana,..........tapi lihat sikon dong..............bukankah demokrat sekarang sedang dilanda topan dengan ocehan nazaridin???? benar2 manusia kagak punya otak.............kalau git apa bedanya dengan si ruhut...................huh
    • allagili  •  9 bulan yang lalu
      kebanyakan bicara, lupa apa tindakan nyata utk rakyat biar republik ini tidak tambah terpuruk
    • Erry Wahyudi  •  9 bulan yang lalu
      Bebas bicara sih boleh aja, tapi harus bertanggung jawab atas yang dibicarakan. jangan setelah jadi polemik malah berlindung "itukan cuma wacana" mana nurani mu
    • Azhar Arman  •  9 bulan yang lalu
      Memang kita ini tdk pernah sadar bahwa sesuatu yang didapat tdk berkah, itu tidak akan bisa membuat kita bahagia, malah membuat penyakit kronis diri kita dan kelurga dan anak cucu. WALAU BAGAIMANAPUN KPK HARUS DIDUKUNG, KARENA TAMPA KPK NAGARA INDONESIA DIAMBANG KEHANCURAN. KOROPTOR HARUS DIHUKUM MATI.
    • djopylaw  •  9 bulan yang lalu
      Sebenarnya Indonesia ini Sangat Masih Perlu dan Harus Ada Lembaga Super Body seperti KPK.guna memberangus Koruptor Yang Kian Meluas dan Lebih Sistemik..... Namun Pembentukan Lembaga Super Body Ini adalah dibuat Permanent sebagaimana Polri Dan Kejagung. tidak sekedar AdHock.......Yang pada achirnya Penguasa Tidak Gampang Meristensi lembaga itu...... Semua ini sebenarnya terletak pada niat dan kemauan serta komitmen Penguasa. Bila Perlu Para komisionernya kedepan Kita Import dari Jepang atau Belanda........................................................
    • Wicaksono B  •  9 bulan yang lalu
      Riweuh teuiiinnng ari gitu iraha rek geurah beres eeeeuuuuyyy.
    • BUNDA GINA YEYE NAGI TANA  •  9 bulan yang lalu
      betul juga kata marzuki, biar bubar aja supaya koruptornya makin subur dan nantinya massa yang jadi hakimnya......biar kapok ... rasain
    • Kura2 Ninja  •  9 bulan yang lalu
      PENDAPAT ORANG GILA...!!! KITA GAK PERLU BERPOLEMIK DENGAN PENDAPATNYA ORANG GILA INI........ KALO MAU DIBUBARKAN YA PARTAINYA DIA ITU, PARTAI-NYA KORUPTOR....
    • Pengguna Yahoo!  •  9 bulan yang lalu
      ruweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttt....terrruuuuuuuuuuuuuusssssssssssssssss.......cape' deeeeeehhhhhh.....
    • Lukman Rasyid  •  9 bulan yang lalu
      komisioner kpk diuji-pilh oleh dpr...kalo kpknya lemah beratri dprnya lemah...anggota dpr dipilih oleh rakyat pemilih..kalo dprnya lemah berarti rakyat pemilihnya lemah...
    • Tiarajo  •  9 bulan yang lalu
      akhirnya kecurigaan kriminalisasi KPK Jilid II Terbukti kHAN???Chandra CS NGG Lolos pADAHAL kITA Tau cHANDRA pALING pINTAR..Kok NGG Bisa Lolos??iTULAH sTRATEGI nAZARUDDIN cs to MELENAHKAN kpk..dasar Koruptor........DEMOKRAT Harus bERTANGGUNG jAWAB dENGAN iNI......
      • Naswir Arif 9 bulan yang lalu
        Bandit/penyamun/mafia yg teroganisir harur di lawan oleh;orang yg pintar,sholeh,jujur,amanah,pemberani,yg teroganisir pula baru negara ni akan aman,nyaman,dan tentram..sesuai firman ALLaH SWT...Seandainya berimannya kaum di suatu negeri.''Akan KU turunkan ni'mat dari langit dan di bumi....Klu tidak kan udah sama2 kita rasakan sekarang...mushibah saling berganti yg meninpa negeri yg kita cintai ini...mereka itu tidak mencintai negeri ini...kalau mencintai negeri ini mereka tidak akan melakunkan perbuatan sekeji itu......
    • Joko Suwanto  •  9 bulan yang lalu
      ya Allah ya Tuhanku, kenapa pemimpin kami tidak bijaksana dan menjadi tauladan tutur katanya.. salah ap negeri ini...shng menjadi sarang koruptor...????
    • Aris Bule  •  9 bulan yang lalu
      Keinginan Marzuki Ali u/ bubarkan KPK sangat jelas tujuannya yaitu ingin melindungi kader-kader demokrat yang terlibat kasus korupsi seperti yang sudah dibeberkan oleh Nazaruddin termasuk Nazaruddin sendiri. Kalau mayoritas pimpinan dan anggota berpikir demikian, waaaaah kacaaaauuu negara ini
    • SULE  •  9 bulan yang lalu
      PAK SUDDING JANGAN MENGADA -ADA ,MUNGKIN KPK SUDAH LEMAH , WAJAR KALO KETUA DPR MENGUSULKAN PEMBUBARAN KPK , MUNGKIN KARENA TIDAK EFEKTIF LAGI , JADI BUKAN JILID KE DUA , SEBAIKNYA DIBUAT MEMORANDUM , RAKYAT PILIH DIBUBARKAN ATAU DITERUSIN , GITU AJA .
      • Naswir Arif 9 bulan yang lalu
        Klu rakyat memilih;yg besar mulut...jahit aja pekek tali kapal,klu koruptor binasakan saja..itu sama dgn menjajah negeri sendiri...otak udang,berlagak pintar...tong kosong nyering bunyinya...kwkwkwkwkwkwk
    • Beti  •  9 bulan yang lalu
      DEMOKRAT,DPR Penjilat Pantat Rakyat
      • Naswir Arif 9 bulan yang lalu
        Parah sekaliya cscscs....semua orang udah tau kok....
    • wardan  •  9 bulan yang lalu
      yang jelas harus di bubarkan itu adalah partai demokrat dan DPR karena sudah banyak merugikan negara
      • Naswir Arif 9 bulan yang lalu
        Saya tidak setuju klu DPR di bubarkan..Karna musyauwarah dan mufakatnya di suatu negara..itu ada di DPR dan MPR..
        tapi yg jadi masalah orang nya di DPR dan MPR banyak sebaqgai penyamun/bandit/otak koruptor kelas kakap..tapi tiangnya masyarakat yg memilih apa masih mau nggak masyarakat memilih orang yg seperti itu....