Taipei (AFP/ANTARA) – Sebuah kapal nelayan Taiwan yang hampir 19 bulan lalu ditangkap para perompak Somalia, kini telah dibebaskan dan para awak kapalnya telah diselamatkan sebuah kapal angkatan laut China, seperti diungkapkan kementerian luar negeri Taiwan pada Rabu.
Kapal ‘Shiuh Fu No 1’ ditangkap beserta kaptennya (berkebangsaan Taiwan), 13 awak (berkebangsaan China), dan 12 awak (berkebangsaan Vietnam) pada 25 Desember 2010 di Madagaskar, kemudian mereka dibawa ke Somalia.
Para awak itu dilepaskan pada Selasa, setelah pemilik kapal menyelesaikan pembicaraan dengan para perompak, ujar pihak kementerian tersebut.
Para sandera yang dibebaskan tidak dapat pergi sendiri karena kapal nelayan mereka telah kandas, oleh karena itu mereka dibawa ke Tanzania oleh kapal angkatan laut China, kata kementerian itu.
"Kami menghargai bantuan Uni Eropa, organisasi anti-pembajakan internasional, China dan negara lainnya yang terkait," kata kementerian itu.
Kementerian luar negeri China juga mengonfirmasi tentang pelepasan para awak kapal tersebut dalam sebuah pernyataan, namun tanpa menjelaskan dan mengatakan bahwa mereka telah diberitahu pihak berwenang Vietnam.
Dua dekade pelanggaran hukum telah diukir Somalia menjadi mini fiefdoms diperintah oleh kelompok pria bersenjata dan milisi, sehingga tindak pembajakan semakin merajalela.
Namun, jumlah serangan bajak laut di lepas pantai Somalia pada baru-baru ini mulai menurun menyusul penyebaran kapal tempur asing di zona itu, menurut misi Atalanta Uni Eropa. (ai/ml)

