Baguio, Filipina (AFP/ANTARA) – Seorang penambang di Filipina yang terperangkap di bawah tanah setelah beberapa upaya penyelamatan selama sepekan gagal, akhirnya selamat pada Jumat, kata seorang pejabat, setelah akhirnya dilakukan persembahan hewan secara tradisional.
Felipe Pilmaco, penambang skala kecil di wilayah pegunungan Bengkulu, terjebak saat terowongan sempit yang ia gali runtuh menimpa tubuhnya, kata pejabat polisi daerah Inspektur Mario Mayam-es.
Dia selamat berkat pasokan yang diberikan melalui sebuah pipa logam dan berkomunikasi menggunakan telepon seluler yang dikirimkan kepadanya, tetapi saat tim penyelamat berusaha untuk mengeluarkannya, tanah semakin longsor dan menutupi terowongan, kata Mayam-es.
Akhirnya, para penyelamat melakukan ritual pengorbanan babi hitam untuk dewa gunung suku setempat, ‘Kabunian’ dan akhirnya dapat menyelamatkan Pilmaco.
Dokter mengatakan bahwa penambang, yang merayakan ulang tahun ke-33 di bawah tanah pada Selasa, menderita lecet dan beberapa infeksi tetapi kondisinya tetap sehat.
Gubernur Benguet Nestor Fongwan, yang mengawasi upaya penyelamatan, memuji penyelamatan Pilmaco tetapi juga mengatakan bahwa ia akan melakukan penyelidikan terhadap pertambangan ilegal skala kecil di daerah tersebut.
Sejumlah penambang skala kecil di Filipina utara telah menggali untuk mencari emas selama bertahun-tahun, meski harus menghadapi risiko terjebak dalam gua dan banjir. (kn/ik)

