Persiapan Penting Sebelum Mendaki

Ghiboo.com - Mendaki gunung bukan hanya sekedar hobi biasa, persiapan yang matang guna mencapai puncak tujuan, diperlukan!


Apa saja yang harus diperhatikan? Berikut ini tips dari salah satu pendaki Tanah Air, Ami Kadarhutami (Ketua Tim Ekspedisi Equatorial Peaks for Lupus).


Ujar Ami, ada 4 hal yang penting untuk disiapkan:


1. Persiapan wajib sebelum mendaki: Teknis, fisik dan psikologis.


Teknis meliputi pengetahuan teknik pendakian hingga peralatan yang digunakan. Aktivitas sederhana seperti trekking saja ada tekniknya. Dari cara berjalan dengan memerhatikan hitungan napas.


Peralatan, dewasa ini berkembang pesat berkat teknologi. Kalau dulu, baju yang dikenakan sudah seperti astronot. Sekarang, untuk ketinggian 4.000-5.000 m sudah tersedia baju yang tipis.


2. Persiapan fisik. Sebelum teknologi pengetahuan olahraga semaju sekarang, fisik digenjot habis-habisan untuk persiapan pendakian.


Latihan lari misalnya, digenjot hingga mau mati rasanya. Sekarang, persiapan fisik lebih terarah untuk memperkuat berbagai otot dan gerakan tertentu dengan periodisasi latihan yang terencana. Misalnya untuk ketinggian 5.000 m, latihan masa persiapan dimulai dengan berjalan cepat selama 30 menit, jogging pelan 30 menit, kemudian lari cepat.


3. Sisi psikologis. Sudah dapat teknik seperti self-hypnosis dan mental imagery (membayangkan ada di lokasi) yang membantu membangkitkan kepercayaan diri. Di dalam diri manusia terdapat mind, body dan spirit. Body itu sebenarnya mengikuti spirit yang ada.


4. Fisik bukan hal utama melainkan pengendalian emosi. Pendaki yang bagus itu biasanya di usia 35 tahunan usia yang dianggap matang secara emosional. Seorang pendaki mungkin punya energi yang besar, tetapi mungkin emosional, terlalu menggebu untuk cepat sampai. Padahal di ketinggian tertentu tidak bisa cepat-cepat mendaki, karena badan belum beradaptasi dengan oksigen yang tipis. (Ib)



(Majalah Esquire Indonesia, April 2011)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.