TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) membenarkan rencana membuka kembali bisnis minyak di Irak yang sempat tutup beberapa tahun lalu akibat konflik. "Kami masih bernegosiasi dengan pemerintah Irak," ujar juru bicara Pertamina, Ali Mundakir, Kamis, 6 September 2012.
Ia menilai bisnis di Irak kini cukup prospektif. Pertamina juga sudah mengirimkan timnya untuk meninjau lahan yang diaktifkan kembali. "Yang pasti, kami sudah siap-siap," katanya.
Mengenai target kapan tepatnya aktivasi dilaksanakan, menurut dia, Pertamina belum mau menyampaikan. "Target kami tentunya cepat, tetapi kami belum bisa menyebutkan timeline-nya," ucapnya.
Ia menambahkan, sistem pemerintahan Irak yang kini demokratis memudahkan pihak asing berinvestasi. Ladang minyak yang hendak dibuka kembali adalah Block-3 Western Dessert, yang tendernya dimenangkan oleh Pertamina dan Iraqi Oil Exploration Company 2002.
Kemarin, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengatakan keinginannya agar Pertamina mengembangkan di Irak. "Saya minta BUMN untuk buka kantor di Irak, seperti Pertamina, di bidang minyak dan gas, dan juga pengembangan persenjataan," katanya.
SATWIKA MOVEMENTI
Analis: Hati-Hati Beli Saham Kelompok Bakrie
Menteri Dahlan Usulkan Setoran Deviden Turun
Bursa Potensi Panggil Perusahaan Bakrie
Harga Batu Bara Turun, Laba Golden Energy Turun
Pasar Tunggu Pertemuan Bank Eropa
Dahlan Iskan Bentuk Brigade Hama


