Pertamina Operasikan Rig Baru Buatan Lokal September

  • Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    Tempo
    Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyebut masalah pembajakan karya musik di Indonesia telah begitu memprihatinkan. Dari total pengeluaran masyarakat untuk musik, hanya 10 persen yang tercatat dan lebih sedikit lagi yang sampai ke kantong para musikus.

  • Pengamat: Kementerian Pertanian Harus Limpahkan Riph FTZ

    Antara

    Batam (ANTARA) - Kementerian Pertanian harus melimpahkan kewenangan perizinan rekomendasi impor produk hortikultura untuk Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan, dan Karimun ke Dewan FTZ, kata seorang pengamat. "FTZ tidak terkena kuota nasional. Menteri Pertanian tidak berhak mengatur daerah non-pabean," kata pengamat kawasan perdagangan bebas Harry Azhar Azis di Batam, Minggu. Dewan FTZ bersama Badan Pengusahaan Batam berupaya meminta pengalihan kewenangan penerbitan RIPH

  • Produksi Susu Lokal Menurun

    Produksi Susu Lokal Menurun

    Tempo
    Produksi Susu Lokal Menurun

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Dewan Persusuan Nasional, Teguh Boediyana mengatakan tahun 2013 ini persentase susu segar untuk memasok kebutuhan nasional diyakini menurun dibandingkan tahun 2012. Prooduksi susu segar di tahaun 2103 diperkirakan turun sekitar 10 -15 persen.

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan jasa pengeboran (drilling) PT Pertamina Driling Services Indonesia (PDSI) mulai September 2012 akan mengoperasikan rig baru, buatan dalam negeri yang pertama di Indonesia.

"Pembangunan rig ditargetkan selesai Agustus, dan selanjutnya dioperasikan mulai September 2012 untuk pengembangan blok Cepu," kata VP Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.

Menurut Ali, satu unit rig baru tersebut merupakan bagian dari dua unit rig yang dibangun PDSI di Batam bersama dengan KS Energy Limited.

"Dua rig hasil `joint operation` PDSI dan KS Energy ini menelan investasi sebesar 30 juta dolar AS masing-masing rig. Satu unit rig milik PDSI dan satu unit lagi milik KS Energy," tegasnya.

Untuk tahap awal kedua perusahaan mendapat kontrak senilai 98 juta dolar AS dalam dua tahun dari Exxon untuk pengerjaan pengeboran sebanyak 40 sumur.

"Nilai kontrak dibagi dua, masing-masing perusahaan memperoleh 45 juta dolar AS," ujarnya.

Ali menjelaskan, dengan beroperasinya rig baru tersebut maka kapasitas jasa pengeboran minyak dan gas bumi PDSI akan meningkat.

Saat ini jumlah rig yang dimiliki anak perusahaan Pertamina ini sebanyak 36 unit rig.

PDSI menargetkan pendapatan usaha sepanjang tahun 2012 sebesar Rp2,5 triliun, naik 31,57 persen dari realisasi pendapatan tahun 2011 sebesar Rp1,9 triliun yang terutama ditopang peningkatan kontrak pengeboran.

Adapun hampir 100 persen pendapatan perseroan berasal dari PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Energi, keduanya juga merupakan anak usaha Pertamina. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat