Allepo, Suriah (AFP/ANTARA) - Tentara Suriah menggencarkan serangannya terhadap pemberontak yang berada di Aleppo pada Minggu, meskipun kedua belah pihak melaporkan kekejaman tersebut dan menteri luar negeri Arab menunda pertemuan yang direncanakan untuk membahas masalah konflik yang telah berlangsung selama 17 bulan tersebut.
Oposisi yang diasingkan mengatakan bahwa milisi pro-pemerintah mengeksekusi 10 warga sipil di Homs, sedangkan kantor berita resmi SANA melaporkan bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap salah seorang stafnya, dalam kasus terbaru, seorang jurnalis pro-pemerintah tewas terbunuh .
Liga Arab tidak memberikan alasan untuk penundaan tak terbatas dari pertemuan yang direncanakan di Arab Saudi yang sedianya untuk membahas pengganti utusan internasional Kofi Annan yang mengumumkan pengunduran dirinya sebelumnya pada bulan ini.
Pada Selasa, Arab Saudi akan menjadi tuan rumah pertemuan Islam yang difokuskan pada Suriah untuk menggalang dukungan bagi pemberontakan anti-rezim. Menteri luar negeri Arab di Teluk mengadakan pembicaraan pada Minggu malam di kota Jeddah Saudi untuk mempersiapkan pertemuan tersebut.
Di Aleppo, pasukan pemerintah memborbardir daerah yang dikuasai pemberontak itu, dan pertempuran berkobar lagi di sekitar permukiman barat daya, yang para pejuang pemberontak sudah keluar pada pekan lalu dari tempat tersebut, ujar Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah.
Permukiman Shaar, Tariq al-Bab, Sakhur, Hanano dan al-Qasr Bustan semua dihujani bom, ketika pasukan tentara melakukan serangan darat pada Rabu untuk merebut kembali daerah yang dikuasai oleh pemberontak sejak 20 Juli, kata kelompok itu.
Kelompok pemantauan yang berbasis di Inggris itu, juga mengatakan bahwa "komunikasi dalam semua bentuk telah terputus di kota Aleppo serta di daerah-daerah besar provinsi itu sejak pagi hari."
Di kota Homs, tiga anak di sebuah minibus tewas saat mereka mencoba melarikan diri dengan orangtua mereka dari distrik Shamas, di mana operasi militer sedang berlangsung, katanya.
Observatorium itu mengatakan bahwa 150 orang tewas di seluruh negeri pada Minggu, termasuk 49 warga sipil, 56 pemberontak dan 45 tentara. (yg/ik)


