Paris (AFP/ANTARA) – Beberapa pilot Air France akan bertemu dengan sebuah perusahaan asal China yang berharap akan merekrut mereka ke Asia, ujar beberapa pejabat serikat pekerja, ketika maskapai penerbangan Prancis itu mencoba mengurangi stafnya untuk mendapatkan kembali daya saingnya.
Beberapa pilot dari Air France dan dua cabang perusahaannya akan menghadiri pertemuan informasional yang diselenggarakan oleh asosiasi penerbangan Prancis, APNA, yang mana mereka akan mendorong beberapa sukarelawan untuk kontrak tersebut.
Sekelompok pilot itu akan ditempatkan di Shanghai dan terbang secara regional selama dua tahun dalam kontrak yang dapat diperbarui, menurut dokumen APNA dalam situs serikat pilot, SNPL.
Air France mengumumkan pada Juni bahwa mereka harus memecat 5.000 pekerja, atau sekitar 10 persen dari pekerjanya, melalui pengunduran diri secara sukarela pada 2014, sebagai bagian dari rencana untuk mendapatkan keuntungan.
Langkah-langkah tersebut dibuat ketika maskapai penerbangan yang berkembang pesat di Asia dan Timur Tengah mulai mencari pilot terlatih di Eropa dan Amerika, tempat maskapai penerbangan berupaya melakukan penghematan yang disebabkan penurunan pasar.
Produsen pesawat Boeing asal AS baru-baru ini memperkirakan bahwa wilayah Asia/Pasifik akan membutuhkan lebih dari 185.000 pilot untuk dua dekade ke depan. (dh/pt)


