Addis Ababa (AFP/ANTARA) - Ethiopia meresmikan dua kesepakatan dengan perusahaan Turki dan China untuk membangun rel kereta api yang menghubungkan negara yang terkurung oleh daratan itu ke Djibouti, menurut pernyataan Ethiopia Railway Corporation (ERC).
Jalur kereta api akan dibangun dengan biaya sebesar 3,2 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp31,03 triliun) dan akan mencapai pelabuhan Tadjourah, Djibouti, di pantai utara negara Afrika itu.
Perusahaan Turki, Yapi Merkezi, akan membangun jalur sepanjang 447 kilometer sementara China Communications Construction Company akan membangun jalur sepanjang 268 kilometer.
Perusahaan negara ERC, yang telah mengoperasikan jalur kereta api ke pelabuhan utama kota Djibouti, mengatakan bahwa proyek itu diharapkan akan selesai pada 2015.
Kementerian luar negeri mengatakan bahwa jalur kereta itu akan mengangkut kalium untuk diekspor dari wilayah utara Ethiopia.
"Kesepakatan itu adalah unsur lain dalam proyek pembangunan rel kereta api dari wilayah utara Ethiopia menunju Tadjourah di Djibouti, memberikan Ethiopia akses alternatif ke pelabuhan dan menyediakan jalan keluar untuk perkembangan kalium," kata kementerian luar negeri.
Konstruksi jalur kereta api merupakan komponen utama dari rencana lima tahun Ethiopia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dengan rencana membangun 1.200 kilometer jalur kereta api antara 2010 dan 2015.
Ethiopia memiliki visi jangka panjang untuk menjadi negara berpenghasilan menengah pada 2025.
Perusahaan China sering terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Ethiopia, tetapi baru-baru ini mereka memperluas kegiatan komersial, termasuk di bidang manufaktur.
Perusahaan Turki dan India juga merupakan investor besar di Ethiopia, termasuk di bidang pertanian dan usaha tekstil. (jk/pt)

