Liputan6.com, Jakarta: Satu per satu pesawat tua milik TNI terus "berguguran". Tentu saja nyawa menjadi taruhan, bahkan banyak dari mereka akhirnya meninggalkan anggota keluarga untuk selamanya. Terakhir adalah jatuhnya pesawat Fokker 27 di Kompleks Rajawali, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (22/6) silam.
Masih belum hilang dari ingatan publik, pesawat sejenis pernah jatuh di Bandung, Jawa Barat, April 2009 silam, sehingga 24 penumpangnya tewas. Pesawat sejenis juga sudah sembilan kali mengalami kecelakaan.
Tak mengherankan, bila kemudian timbul suatu pertanyaan besar. Kenapa pesawat tua yang pabriknya sudah tutup ini tetap digunakan
Pengamat penerbangan Arista Atmajati mengungkapkan, sebaiknya memang jenis Fokker sudah tidak digunakan. Kendati demikian, ia enggan mengungkapkan asal onderdil pesawat yang pabriknya sudah tutup tersebut.
Pesawat Fokker 27 didesain sejak dekade 1950-an dan tergolong pesawat favorit karena mampu mendarat pada jalur pendek dan minim fasilitas. TNI Angkatan Udara pun tertarik menggunakan.
F-27 dipakai TNI AU sejak 1977 dan menjadi ujung tombak Skuadron Udara II yang bermarkas di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma. Pesawat dengan panjang badan 25 meter lebih ini memiliki kapasitas penumpang antara 48-56 orang dengan tiga kru. Sementara, kecepatan jelajah mencapai 518 kilometer per jam.(ANS)

