Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad
TRIBUNNEWS.COM, MBAY--Benih jagung komposit bantuan pemerintah melalui APBN tahun 2012 untuk masyarakat di Pintu Boawae dan Pintu Dhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, ditemukan dalam kondisi rusak.
Diduga penyebabnya, karena kualitas benih yang rendah. Namun, Pengawas Benih Kabupaten Nagekeo, Marianus Wegu mengatakan, kerusakan benih tersebut karena pergeseran waktu tanam.
Benih jagung yang rusak banyak ditemukan di Pintu Boawae. Menurut para petani, benih jagung komposit yang dibagikan penyuluh kepada petani di daerah itu sebagian rusak.
Moses Jea, petani di Pintu Boawae yang ditemui di kebunnya di Dusun Koborosa, Pintu Boawae, Rabu (15/8/2012), mengatakan, mereka menerima benih dari penyuluh sebanyak 10 kg per hektar. Dari jumlah benih yang mereka terima ternyata sebagian sudah rusak.
Aleks Mere, petani lain di daerah itu juga senada dengan Moses Jea. Dikatakan Aleks Mere, mereka menerima benih bantuan dari penyuluh melalui ketua kelompok. Volume benih yang mereka terima sesuai dengan luas lahan yang mereka miliki.
Mere mengakui, bantuan benih dari pemerintah pusat yang dibagikan penyuluh tidak diikuti penjelasan secara rinci tentang benih tersebut. Akibatnya, ketika jagung ditanam, sebagian besar mati. "Buktinya yang saya tanam setengah hektar ternyata semuanya mati karena tidak ada penjelasan dan beberapa benih memang rusak," jelas Mere.
Menurut Mere, seharusnya jagung unggulan yang ditanam di lahan sawah tidak boleh dibasahi dengan air. Jika basah maka jagung akan busuk dan tidak akan tumbuh.



Yahoo! OMG