PGN Suplai Gas Sesuai Pasokan dari Hulu

  • Emas Jatuh Jelang Kesaksian Bernanke di Kongres

    Antara

    Chicago (ANTARA/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor tetap berhati-hati menjelang kesaksian Ketua Federal Reserve Ben Bernanke tentang prospek ekonomi AS di Kongres pada Rabu. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 6,5 dolar AS, atau 0,47 persen, menjadi menetap di 1.377,6 dolar AS per ounce. Bernanke pada Rabu akan memberikan keterangan tentang prospek ekonomi AS, sementara Komite Pasar

  • Emas Naik karena Aksi "Short Covering"

    Antara

    Chicago (ANTARA/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Senin (Selasa pagi WIB) karena aksi "short-covering" (pembelian kembali emas yang telah dijual), menghentikan penurunan tujuh sesi berturut-turut. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 19,4 dolar AS, atau 1,42 persen, menjadi menetap di 1.384,1 dolar AS per ounce. Penurunan di pasar saham AS dan dolar yang bergerak melemah berkontribusi pada kenaikan emas pada Senin, kata para

  • SBY Resmi Lantik Chatib Basri  

    SBY Resmi Lantik Chatib Basri  

    Tempo
    SBY Resmi Lantik Chatib Basri  

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini melantik mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Chatib Basri, menjadi Menteri Keuangan yang baru. Chatib menggantikan Agus Martowardojo yang akan menempati posisi baru sebagai Gubernur Bank Indonesia. 

Jakarta (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan memberikan pasokan gas ke sektor industri sesuai dengan suplai yang ada dari sektor hulu, kata Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PGN, Hendi Kusnadi.

"Dalam dua tahun belakangan, kalangan pengguna gas industri mengeluhkan defisit pasokan dari PGN karena peningkatan ekspansi bisnisnya, seperti pembangunan pabrik. Namun, PGN hanya mampu memasok gas untuk sektor industri dari sektor hulu," katanya di Jakarta, Senin.

Hendi menyebutkan, PGN telah mematuhi kontrak yang berjalan selama ini, yakni kontrak jangka menengah dua hingga tiga tahun.

"Pada kurun waktu dua hingga tiga tahun, pelanggan PGN dari sektor industri ingin menambah peralatan atau mesin sebagai langkah ekspansi. Hal tersebut membuat permintaan gas melonjak dan PGN masih belum bisa memenuhi permintaan karena minimnya pasokan dari sektor hulu," paparnya.

Selama ini, katanya, pasokan yang diberikan kepada pelanggan mencapai 870 Million Standard Cubic Feet per Day (MMscfd), tetapi kontrak yang disetujui dengan pelanggan mencapai 1.000 MMscfd.

"Dengan demikian, PGN kekurangan pasokan dari hulu sebanyak 130 MMscfd berdasarkan kontrak yang ditandatangani. Sedangkan kontrak dengan Pertamina EP Pagar Dewa sebagai distributor gas di sektor hulu mencapai 250 MMscfd. Sementara gas yang dipenuhi baru 140 MMscfd dan dari Medco sebesar 30 MMscfd, namun yang dipenuhi baru 20-25 MMscfd," tuturnya.

Hendi mengungkapkan, kenaikan harga gas kepada industri merupakan imbas dari kenaikan harga di sektor hulu.

"Persentase kenaikan harga gas telah disesuaikan dengan kenaikan harga di sektor hulu. Kami tidak mengambil untung dan marjinnya sama dengan kenaikan di hulu," katanya menegaskan.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat