Ankara (AFP/ANTARA) - Seorang komposer dan pianis terkenal, Fazil Say pada Sabtu, mengatakan bahwa dia tidak akan kembali ke Turki dan akan tinggal di pengasingan di Jepang setelah kecewa dengan kebangkitan Islam konservatif.
Dalam wawancara dengan harian Hurriyet, Say berbicara tentang bagaimana ia merasa benar-benar diasingkan masyarakat Turki sejak ia menyatakan bahwa ia adalah seorang ateis dan kritik yang dia terima menyoroti tentang pertumbuhan budaya intoleransi.
"Saya pikir sudah waktunya bagi saya untuk pindah ke Jepang," kata Say kepada harian tersebut.
"Ketika saya mengatakan bahwa saya adalah seorang ateis, semua orang menghina saya dan pejabat hukum mencaci segala hal yang saya tulis di Twitter. Saya mungkin orang pertama di dunia yang menjadi objek penyelidikan pengadilan karena menyatakan bahwa saya ateis."
Seniman pemenang beberapa penghargaan, yang merupakan duta budaya untuk Uni Eropa tersebut, memicu kemarahan kaum konservatif di Turki dengan serangkaian pesan Twitter yang provokatif tentang Islam.
Seorang anggota senior parlemen, Samil Tayyar, menyebut Say "anak pelacur" dan komposer tersebut kini ketakutan dapat berakhir di balik jeruji besi.
"Jika saya dihukum penjara, karier saya akan selesai," kata Say (41).
Menurut hukum Turki, siapapun yang terbukti bersalah karena menghina nilai-nilai agama dapat dihukum penjara antara tiga bulan sampai satu tahun.
Turki secara resmi adalah negara sekuler tetapi partai AKP, yang berkuasa sejak 2002, memiliki akar Islam yang kuat. (yg/mp)


Yahoo! OMG