Berburu Harta Luthfi

Pil Tidur dan Buruknya Aksi Inggris

Liputan6.com, London: Beruntung. Roy Hodgson pantas bersyukur Timnas Inggris terhindar dari kekalahan saat melakoni laga tunda kualifikasi Piala Dunia (PD) 2014 Zona Eropa Grup H menghadapi tuan rumah Polandia di Stadion Narodowy, Warsawa, Rabu (17/10) sore waktu setempat. Hasil yang membuat Tiga Singa tetap memuncaki klasemen, unggul satu angka dari rival terberat Montenegro yang baru melakoni tiga pertandingan.

Sempat unggul lebih dahulu di babak pertama melalui gol Wayne Rooney, Inggris mendapat tekanan hebat dari Robert Lewandowski dkk. Upaya keras tuan rumah menghasilkan gol penyama kedudukan di menit ke-70 lewat gol defender Kamil Glik. Skor 1-1 bertahan sampai pertandingan usai.

Yang menarik, sebelum laga kick-off yang sebenarnya digelar pada Selasa (16/10) pukul 20.00 waktu setempat, di sore harinya sejumlah pemain Inggris ketahuan mengonsumsi tablet kafein. Dan setelah laga ditunda menyusul tergenangnya lapangan karena hujan lebat, beberapa di antara mereka terpaksa meminum pil tidur. Karenanya, tak heran jika penampilan Steven Gerrard dkk tadi malam begitu buruk, jauh dari penampilan terbaiknya.

Belum dapat dipastikan siapa yang mengonsumsi tablet kafein dan pil tidur. Yang pasti, pelatih Roy Hodgson menegaskan jika sebelum laga ditunda, anak-anak asuhannya telah siap untuk bertanding. Pada Senin, seusai latihan, para pemain tampak bersemangat dan bergairah. Hari ini saya tidak mendapat kesan seperti itu, usai Hodgson seusai pertandingan.

Gerrard sendiri tak mau mencari alasan di balik buruknya penampilan Inggris. Kami bermain di level top dan kami harus membiasakan diri menghadapinya. Tapi, saya pikir kami memang tidak tampil maksimal. Saya sendiri tidur nyenyak, kok. (Namun) Saya tidak mau menjadikan penundaan dan kondisi lapangan jadi alasan. Kami tidak mampu meraih kemenangan karena kami memang gagal mengkreasi peluang, aku Gerrard yang menoreh rekor 99 caps di laga lawan Polandia.(MEG/Telegraph)