Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua Pada September

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta menyatakan siap untuk menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua yang akan berlangsung 20 September, demikian diungkapkan seorang pejabat.

"KPU siap menggelar jika memang Pilkada dilakukan dua putaran," ujar Ketua Pokja Sosialisasi, Pemungutan dan Perhitungan Suara KPU DKI Jakarta, Sumarno, di Jakarta, Kamis.

Sumarno mengatakan penentuan akan dilakukannya Pilkada dua putaran pada rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara 20 Juli. Berdasarkan pasal 11 UU No. 29 Tahun 2007 tentang Pemprov DKI, jika tidak ada yang mencapai jumlah suara lebih 50 persen, maka putaran kedua dilaksanakan dengan dua pasangan calon yang memperoleh jumlah suara dua teratas.

"KPU sejak jauh-jauh hari sudah menentukan jadwal proses Pilkada putaran kedua."


Pengadaan logistik seperti surat suara dan tinta harus sudah selesai pada 8 September. Kemudian didistribusikan mulai 13 hingga 19 September pada tingkat kotamadya, kecamatan, kelurahan hingga tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Kemudian, pada 3 Oktober akan dilakukan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara dan penetapan calon yang terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Sedangkan pelantikan pada 7 Oktober.

"Begitu juga masalah dana, KPU sudah menyiapkan dana sebesar Rp258 miliar untuk dua putaran," kata dia.

Pilkada DKI Jakarta yang dilangsungkan 11 Juli itu diikuti enam pasangan calon yakni Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Alex Noerdin- Nono Sampono, Jokowi-Basuki Tjahaja, Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini , Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendarji Soepanji- A Riza Patria. Jumlah DPT pada Pilkada itu sebanyak 6.962.348 orang.

Hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) atas Pilkada DKI 2012 menyebutkan pasangan Joko Widodo-Basuki memperoleh 43,04 persen suara atau urutan ke-1, kemudian disusul urutan ke-2 pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (34,17 persen).

Urutan ke-3 diduduki pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini (11,77 persen), urutan ke-4 pasangan Faisal Basri dan Biem Benjamin (4,83 persen), urutan ke-5 pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono (4,37 persen) dan urutan ke-6 pasangan Hendardji Soepandji-Riza Patria (1,82 persen). (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.