H+5 Terperangkap

PKB Kritik Sikap Emosional Foke

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melontarkan kritik atas penampilan Fauzi Bowo saat berkampanye dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Caranya menjawab sapaan warga serta cara dia menjawab pertanyaan warga juga tak luput dari kritik.

Karakter keras dan emosional dari petahana yang biasa disapa Foke di depan publik tersebut, dikhawatirkan bakal mengurangi simpati masyarakat. Kritik tersebut, menurut Sekjen PKB Imam Nahrowi, sudah disampaikan PKB selaku salah satu partai pengusung Foke-Nahrowi Ramli kepada tim sukses sebagai salah satu poin evaluasi menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran II nanti.

"Pak Foke cenderung emosional di hadapan publik dalam menyikapi kritik, ini tidak baik dalam hal pencitraan," katanya, Minggu (5/8/2012) di Surabaya.

PKB menegaskan, akan tetap berkomitmen mendukung pasangan Foke-Nara dalam putaran kedua mendatang dengan berbagai alasan politik, diantaranya kesamaan visi dan misi dalam membangun Jakarta, dan PKB juga memiliki basis kultur yang hampir sama dengan yang dimiliki Foke.

Sementara itu, menyikapi isu yang menyebut bahwa Foke gagal memecahkan permasalahan macet di Jakarta, menurut Imam, pekerjaan itu juga tidak bisa dijamin oleh calon lain. "Saya tidak menjamin calon lain yang menang juga dapat menangani macet di Jakarta," terangnya.

Dalam putaran pertama, pasangan Foke-Nara berhasil menduduki posisi kedua perolehan suara terbanyak dengan mengumpulkan 1.476.648 suara. Di posisi pertama dengan perolehan suara mencapai 1.847.157 diraih oleh pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Keduanya berhak maju dalam putaran II Pilkada DKI Jakarta pada September mendatang.

Silakan klik di Tribun Jakarta Digital Newspaper

  • Nachrowi Tegaskan akan Lindungi Etnis Tionghoa
  • Golkar-PPP Dukung Foke, Jokowi: Saya Takut
  • JK Dukung Jokowi-Ahok, Golkar Pecah?
  • Jokowi: Maju Cagub DKI, Saya Tak Punya Uang
  • Foke: Ulama Beri Nasihat Agar Jakarta Terhindar dari Musibah
  • Ini Tanggapan JK soal Kampanye SARA Pilkada DKI
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat