Ankara (ANTARA/Xinhua-OANA) - Kelompok terlarang Partai Pekerja Kurdistan (PKK), Ahad (12/8), menculik seorang pemimpin lokal organisasi oposisi utama, Partai Rakyat Republik (CHP), di Provinsi Tunceli di Turki timur, demikian laporan harian lokal Zaman di jejaringnya.
Gubernur Tunceli, sebagaimana dikutip, mengatakan anggota PKK menghalangi jalan di Kota Kecil Ovack di Tunceli pada Ahad malam. Mereka mencegat mobil yang membawa anggota parlemen dari CHP Tunceli, Husein Aygun, serta pembantunya dan seorang wartawan.
Anggota PKK membebaskan dua orang selain Aygun, kata laporan itu.
Stasiun televisi NTV, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Senin, melaporkan tentara telah melancarkan operasi untuk menyelamatkan anggota parlemen tersebut. Anggota PKK, katanya, sebelumnya telah menculik beberapa prajurit, pekerja pemerintah dan wisatawan, tapi tak pernah menculik anggota parlemen.
Aygun telah menjadi anggota parlemen selama 14 tahun.
Penculikan tersebut terjadi beberapa hari setelah partai Aygun pada Selasa (7/8) menyerukan pertemuan luar biasa di parlemen guna membahas perang melawan PKK.
PKK, yang didaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa, mengangkat senjata pada 1984 dalam upaya menciptakan tanah air suku di Turki tenggara.
Sejak itu, lebih dari 40.000 orang telah tewas dalam konflik yang melibatkan kelompok tersebut.(rr)

