Jakarta (ANTARA) - PT PLN Batam berencana menawarkan saham perdananya (IPO) dan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada November 2012.
"Saat ini, anak perusahaan PLN Persero ini tengah mempersiapkan pengadaan lembaga penunjang IPO (initial public offering) tersebut," kata Direktur Utama PLN Batam Dadan Kurniadipura di Jakarta, Kamis.
Dadan mengatakan pihaknya sudah mengundang empat BUMN sekuritas sebagai penjamin pelaksana IPO perseroan, antara lain PT Bahana Securities, PT BNI securities, PT Danareksa Sekuritas, serta PT Mandiri Sekuritas. Diharapkan pada pekan kedua Juli, pemimpin penjamin emisi (lead underwriter) sudah terpilih.
"Kita undang empat BUMN sekuritas. Tidak ada sekuritas swasta nasional, maupun asing. Saat ini masih diproses dan dievaluasi," katanya.
Dadan memaparkan selain "underwriter", PLN Batam tengah mencari penasihat keuangan (financial advisor) yang akan mengkaji persentase dan jumlah saham yang dilepas serta waktu pelaksanaan IPO tersebut. Sebab, ia mengakui manajemen PLN Batam tidak mengetahui proses pelaksanaan IPO.
"Nanti mereka (financial advisor) yang akan melihat berapa saham yang akan dilepas, termasuk harga dan dana yang diharapkan. Intinya, kita serahkan ke auditor dan `underwriter`," ungkapnya.
Perseroan juga tengah memroses lembaga penunjang IPO lainnya, seperti konsultan hukum, kantor jasa penilai publik, notaris, biro administrasi efek (BAE), "public relation", perusahaan percetakan, kantor akuntan publik (KAP) untuk verifikasi biaya dan hasil privatisasi.
Dalam rangka penawaran saham perdana ini, lanjut Dadan, perseroan akan menggunakan buku Juni 2012. Ia mengharapkan waktu pelaksanaan IPO dapat berjalan dengan baik sehingga dana yang diharapkan perseroan bisa tercapai.
"Nantinya, dana IPO ini untuk membiayai rencana proyek pembangunan di Batam," ungkapnya.(rr)

