PM Italia: Permintaan Bantuan Spanyol Bisa Tenangkan Spekulasi

  • CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    Tempo
    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    TEMPO.CO, Jakarta--Restoran cepat saji McDonald, lagi-lagi mendapatkan kritik karena menyasar anak-anak sebagai pangsa pasarnya. Kritik bertubi-tubi itu berlangsung dalam pertemuan pemegang saham tahunan McDonald Kamis, 25 Mei 2013.

  • Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    Tempo
    Ke Pasar, Gita Wirjawan Belanja Bawang

    TEMPO.CO, Semarang - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan hari ini meresmikan Pasar Boja di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Di pasar yang baru selesai dipugar dengan dana Rp 4 miliar dari Kementerian Perdagangan itu, Gita menyempatkan diri berbelanja.

  • 2014, Datsun Bakal Bangkit Dari Kubur

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Nissan Motor Co bakal meluncurkan strategi baru untuk merebut pasar Asia. Pabrikan asal Jepang itu bakal merilis merek yang sudah lama mati suri: Datsun. Dengan sub-merk kendaraan menengah ke bawah ini, Nissan bakal merebut pasar di India dan Indonesia. Menurut Kenichiro Yomura, Direktur Nissan Asia, mobil-mobil di bawah merek Datsun akan dipasarkan di 145 dealer di India, sebelum kemudian masuk Indonesia. Para 2014, beberapa model sedan buatan Datsun akan bersaing dengan

Milan (AFP/ANTARA) - Permintaan bantuan Spanyol dari dana talangan baru zona euro bisa membantu menenangkan pasar, Perdana Menteri Italia Mario Monti mengatakan Jumat.

"Ketika kita melihat bahwa Mekanisme (Stabilitas Eropa) ada dan bekerja, saya bayangkan bahwa itu akan memberikan sebuah aspek kurang agresif terhadap spekulasi, atau setidaknya ke pasar," kata Monti pada pertemuan dengan media asing di Milan.

Dia kembali mengatakan bahwa sejauh menyangkut dirinya, Italia tidak membutuhkan bantuan.

Spanyol pada Kamis berjanji untuk menentang prediksi resesi yang mendalam pada tahun depan, setelah penurunan peringkat kredit meninggalkan utangnya melayang di atas status "obligasi sampah" dan menyentak pasar dunia.

Standard & Poor`s memangkas peringkat kredit Spanyol pada Rabu, mengutip resesi mendalam dengan seperempat angkatan kerjanya menganggur, protes massa, dan meningkatnya gesekan politik antara Madrid dan kawasan yang dilanda utang.

Dana Moneter Internasional (IMF) pekan ini memprediksi perekonomian Spanyol akan menyusut 1,3 persen pada tahun depan.

Jika utang Spanyol dinilai sebagai sampah, itu bisa memicu pelarian investor, mengirimkan bunga pinjamannya melonjak dan mempercepat jadwal untuk setiap penyelamatan negara.

Pada awal September, Bank Sentral Eropa (ECB) "tali penolong hidup" baru bagi negara anggota yang terpukul utang, mengatakan akan membeli obligasi pemerintah mereka di pasar terbuka sehingga bisa mengekang suku bunga pinjaman yang tinggi.

Tetapi tawaran itu tergantung pada negara-negara penerima, pertama mengajukan bantuan dari Mekanisme Stabilitas Eropa (ESM) baru zona euro dan mematuhi persyaratan ketat yang diminta.

Itu adalah langkah yang membuat pemerintah konservatif Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy ragu-ragu untuk mengambilnya.

Kinerja ekonomi Italia juga diawasi ketat oleh pasar dan membayar tingkat bunga yang tinggi untuk membiayai utang. Tetapi Roma menegaskan bahwa kemajuan substansial telah dibuat sejak Monti mengambil kemudi dari pemerintahan teknokrat pada November. (tp)



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat