PM Tibet: Pembakaran Diri Adalah Upaya Pembebasan Diri

Sydney (AFP/ANTARA) – Pemimpin politik Tibet yang diasingkan, Lobsang Sangay pada Selasa mengatakan bahwa pembakaran diri di China merupakan salah satu dari beberapa cara orang-orang tertindas dan putus asa untuk menegaskan kebebasan mereka.


Lebih dari 30 orang telah menerjunkan diri mereka sendiri ke dalam kobaran api di wilayah yang dihuni warga Tibet di China sejak awal Maret 2011, sebagai bentuk protes mengenai apa yang mereka katakan sebagai penindasan agama dan budaya oleh pemerintah China.


“Hal itu berarti bahwa situasinya tidak tertahankan,” kata Sangay(43), seorang sarjana Harvard yang menjabat sebagai perdana menteri pemerintahan Tibet di pengasingan tersebut, kepada Sydney Morning Herald dalam sebuah kunjungan ke Australia.


“Itu bukan hanya berarti merupakan sebuah tindakan putus asa, namun juga sebuah tindakan politik," katanya.



"Protes damai, demonstrasi damai tidak diperbolehkan. Aksi yang mereka tunjukan mengatakan bahwa mereka menginginkan kebebasan.”


“Pembakaran diri itu adalah sebuah cara untuk menyatakan kebebasan, ‘Anda bisa menahan kebebasan saya tapi saya bisa memilih untuk mati jika saya ingin’,”


China menyalahkan pemimpin spiritual Dalai Lama karena menghasut untuk melakukan pembakaran diri dalam upaya memisahkan Tibet dari tekanan China, dan menegaskan bahwa sekarang ini warga Tibet memiliki kehidupan yang lebih baik karena adanya investasi China. (ai/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.