PMI Kekurangan Darah 1,3 Juta Kantong/Tahun

Jakarta (ANTARA) - Masih minimnya jumlah pendonor darah membuat Palang Merah Indonesia (PMI) masih mengalami kekurangan pasokan darah hingga 1,3 juta kantong per tahun dari kebutuhan 4,4 juta kantong darah.

"WHO memperkirakan pasokan darah minimal sebesar 2 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 4,4 juta kantong darah. Tahun 2010 lalu darah yang terkumpul dari para pendonor hanya 3,1 juta kantong. Kesenjangan ini dapat menimbulkan tentunya masalah yang signifikan dalam upaya pemeliharaan pemeliharaan kesehatan masyarakat Indonesia," ujar Anggota Pengurus Pusat PMI Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial, RS dan Unit Donor Darah, Linda Lukitari Waseso dalam jumpa pers memperingati Hari Donor Darah Sedunia di Gedung PMI Pusat Jakarta, Selasa.

Linda menyebut untuk kota-kota besar seperti Jakarta, pasokan darah sebenarnya sudah mencukupi tapi harus berbagi dengan daerah sekitarnya seperti Bogor, Bekasi, Tangerang dan Depok yang jumlah pendonornya masih kurang.

"Jadi terlihat seperti ada kekurangan, tapi bukan krisis," kata Linda.

Dari jumlah pendonor yang menyumbangkan darahnya, sekitar 83 persen adalah pendonor sukarela, selain itu juga ada yang disebut donor pengganti, yaitu mereka yang mendonor saat anggota keluarganya mengalami kesulitan," ujarnya.

Namun Linda menyebut jumlah pendonor sukarela itu harus ditambah sehingga kondisi darurat yang membutuhkan donor pengganti dapat diminimalisasi.

Satu kantong darah dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu darah segar, trombosit dan plasma darah tergantung dari kebutuhan pasien.

Sedangkan biaya untuk memproses satu kantong darah disebut Linda adalah sebesar Rp250 ribu, dengan subsidi dari pemerintah dari biaya sebelumnya Rp286 ribu per kantong.


Sejak tahun 2004, WHO menetapkan tanggal 14 Juni sebagai Hari Donor Darah Sedunia sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kemanusiaan yang bisa menyelamatkan nyawa tersebut.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.