Baku (AFP/ANTARA) - Polisi Azerbaijan pada Jumat menggagalkan usaha pendukung oposisi melakukan unjukrasa di Baku menentang rancangan undang-undang untuk meningkatkan hukuman bagi protes tanpa izin di negara itu.
Sekelompok kecil pemrotes dari aliansi oposisi Dewan Publik berusaha berkumpul, sejumlah dari mereka meneriakkan slogan "kebebasan", tetapi tidak segera ditahan polisi.
Seorang pemimpin oposisi mengatakan sekitar 30 orang ditahan ketika berusaha melakukan unjuk rasa menentang satu rencana untuk mengubah undang-undang tentang demonstrasi yang mengenakan hukuman yang lebih berat bagi mereka yang menyelenggarakan atau ikut dalam protes-protes tanpa izin.
"Perubahan ini akan membuat hambatan lebih besar menyangkut hak warga negara memperoleh hak untuk kebebasan berkumpul," kata Isa Gambar, pemimpin oposisi partai Musavat kepada AFP.
Kementerian dalam negeri di negara yang kaya minyak itu berikrar akan menggagalkan protes tanpa izin setelah pihak berwenang menolak permintaan Dewan Publik untuk menyelenggarakan satu unjuk rasa dekat gedung parlemen.
Pemerintah Presiden Ilham Aliyev telah lama dituduh mengekang kebebasan berbicara, memenjarakan lawan-lawan politik dan menindak tegas para pembangkang.
Dalam satu pernyataan pekan ini,kelompok hak asasi manusia Amnesti Internasional menyerukan pemerintah Aliyev "menghentikan tindakan keras terhadap para pembangkang dan menjamin bahwa seluruh warganegara dapat menikmati hak dasar mereka untuk bebas mengemukakan pndapat mereka, berkumpul dan berorganisasi".
Polisi menahan belasan aktivis ketika mereka melakukan unjuk rasa antikorupsi bulan lalu dan menahan sejumlah orang Mei dalam protes pro-demokrasi yang dilakukan bertepatan dengan lomba nyanyi Eurovision di Baku. (jk)

